Kamis, 31 Desember 2015

Dibalik 2015

Page 365 of 365... Diluar rumah, suara letupan kembang api menghiasi malam. Menghibur siapa saja termasuk bagi orang yang malam tahun barunya hanya ditemani kopi dan cemilan kaya gue sambil bakar-bakar kenangan dengan backsound One Call Awaynya  Charlie Puth.
Iya, malam ini adalah malam menyambut tahun baru 2016. Setahun sudah setelah aku memutuskan untuk hijrah keblog ini dari blog sebelumnya. By the way, Happy New Year 2016 anyone. Gimana resolusi 2015nya ? Tercapai semua apa malah nothing =)))))

2015. Sebuah cerita dan memory pasti terekam didalamnya. 2015 gue, enggak banyak cerita indah sih, tapi yang jadi bahan pembelajaran banyak banget. di 2015, gue banyak belajar soal hidup yang semakin lama semakin bukan layaknya sinetron yang happy ending atau bisa dirangkai yang indah-indahnya doang. 
Tentang 2015, banyak hal gila didalamnya, banyak beberapa hal yang datang tanpa diduga-duga. Tentang kehilangan sosok kakak, tentang bagaimana caranya menguatkan lalu menjaga hati sendiri, melawan trauma, belajar mencari pundi-pundi rupiah yang tidak mudah sampai belajar bahagia.
Iya, belajar bahagia. Bukan berarti sebelumnya bahagia itu tidak ada. Hanya saja belajar lebih, bahwa bahagia adalah bukan tentang diri sendiri. Belajar bahagia datangnya bisa saja dari hal-hal sederhana :)

And, Say Hello sama 2016.
Resolusi siap dibuat lalu dijalankan. Walaupun 2016 mungkin akan lebih berat. Resolusi kecil 2016, kuliah terlancarkan, pundi-pundi rupiah semakin banyak dan bisnis kecil menjadi besar, rajin menulis dan belajar menciptakan tulisan-tulisan yang lebih high light lagi, menjadi bahagia dan belajar bersyukur dari hal yang paling kecil, Oh iya, ngerebut hati kamu juga deh *Kamunya entah siapa*

Untuk 2015, Terimakasih untuk segala tawa bahagia, tetes pilu air mata, amazing momentnya, detik-detik serta drama tai kucingnya. Saya bangga telah melewatinya dengan suka cita walau kadang tetes air mata ada sebagai penguat.

Selamat tahun baru 2016! God Bless You! :) Semoga semua berjalan seimbang dan menjalaninya dengan bahagia selalu ^^

So, what yours 2015 ?

Kamis, 26 November 2015

Tak ada yang perlu berubah


Beberapa hari yang lalu, satu pertanyaan masuk diask fm gue. Isi pertanyaan yang simple, tapi mampu membuat diam dan kemudian berpikir. Isi pertanyaannya “Jika kamu mampu mengubah sesuatu dihidupmu, apa yang bakal kamu ubah?”. 
 
Dari hampir 21tahum hidup, banyak hal yang sama sekali tidak menyenangkan terjadi didalam hidup gue, tapi yang jelas masih banyak lagi yang sangat butuh disyukuri. Disitu gue diem dan mikir, sampai akhirnya gue milih untuk menuangkan kegelisahan itu ditulisan kali ini. Kalau kesempatan buat mengubah bagian dalam hidup itu beneran ada, hal apa yang bakal gue ubah ? Saat itu sempat terlintas, mungkin salah satu kisah percintaan gue yang paling syahdu dan harus diperbaiki, tapi hati kecil gue yang paling dalem bilang itu bukan yang bikin gue bahagia. Terus disitu tiba-tiba pasar malam dalam kepala gue menjadi semakin rame, flashback apa yang pernah terjadi. Hujan dalam kepala, sekelebat bayangan yang tidak enak soal masa lalu bersautan ingin keluar. Sampai pada tahap pikiran mengarah ke nyokab. Dimana yang gue butuhkan adalah nyokab. Nyokab yang udah hampir 13tahun duluan dipanggil Tuhan. Banyak hal yang gue laluin sendiri tanpa nyokab, banyak hal sedih dimana harusnya gue ditemenin dan didampingi mama selayaknya anak-anak lain dan nyatanya gue malah harus hadepin sendirian. Lagi-lagi gue flashback lebih dalam lagi, mengingat-ingat masa kecil gue yang sahih, bandel dan menyebalkan. Cukup membuat sedih, sampai pada akhirnya pikiran gue melayang kedepan, sampai pada gue inget kenapa gue ada disini, dan sampai pada kenapa gue bisa nulis soal tulisan ini. Mungkin kalau mama gue enggak pergi duluan sama Tuhan, gue enggak akan jadi semandiri ini, mungkin gue enggak jadi perempuan yang strong dan enggak hobby galau menye-menye karena bagi gue, semua hal yang lebih berat udah pernah gue jalanin, walau bukan berarti gue bersyukur nyokab udah enggak ada. Akhirnya gue sadar, dan mencoba mengerti bahwa memang tidak ada yang berubah walau 0,0001% dari hidup gue. Baik itu senangnya, apalagi sedihnya. Tidak ada yang gue perlu ubah dari hidup gue, tak ada yang perlu berubah karena apapun itu, semua yang bawa gue sampai pada tahap ini. Tahap dimana semuanya tidak akan pernah tercapai, tidak akan pernah terjadi tanpa ada campur tangan dari masa lalu gue. Toh, semuanya bawa ceritanya dan pembelajaran sendiri buat gue.

Banyak hal yang gue sendiri baru realize, tanpa hal gelap yang pernah terjadi, hidup gue enggak akan seterang sekarang. Bukannya sedih dan senang akan selalu terus berjalan berdampingan tanpa berpisah ? J. Mungkin kalau masa lalu gue diubah walau sedikit gue enggak akan ketemu sahabat-sahabat gue sekarang, enggak akan punya kehidupan seperti sekarang, enggak akan ada kenal namanya dia, enggak akan ada dia didalam hidup gue. Jika masa lalu bisa berubah atau diubah aku bakal tetap milih dimasa sekarang, karena bagi gue sekarang apapun yang terjadi bikin diri gue jadi gue yang sekarang, semua masalalu gue buat cerita sendiri dihidup gue. Sesuatu yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan sekebun lipstik sekalipun.


And, in the end.. thanks for the past. Tanpa itu, gue tidak akan pernah jadi manusia yang lebih baik

Minggu, 25 Oktober 2015

Merengkuh masa lalu

Ketika ngomongin masa lalu, aku yakin gak ada satupun manusia yang bisa lepas dari masa lalu. Masa lalu, tanpa masa lalu gak bakal ada hari ini dan detik ini disaat kalian baca postingan ini.

Gak semua masa lalu baik-baik saja, beberapa diantaranya banyak juga yang sedih-sedih. But, hey. Look where are you now ? Semua pasti berlalu dan bawa ceritanya masing-masing.

Semua orang punya masa lalu, baik jelek atau buruk. Banyak yang susah sekali berdamai sama masa lalu. Memang, ketika salah satu syarat bahagia adalah belajar dan bersyukur. Lalu semua termasuk masa lalu juga harus dibuat pembelajaran dan disyukuri. Tanpa masa lalu, lo gak bakal ada disini, gak akan jadi seperti ini.

Yang susah adalah orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalu. Dendam dengan masa lalu. Aku tau, bahwa beberapa hal memang berjalan sulit didalam hidup.

Lalu, bagaimana jika kita belajar merengkuh masa lalu. Berjalan dan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Percaya bahwa hal baik dari Tuhan akan selalu ada walaupun semua berawal dari yang buruk. Berdamai untuk bahagia. Karena ada beberapa hal yang tak mungkin untuk dilupakan, tapi sangat harus diikhlaskan. Agar hidupmu kembali waras.

Dulu sekali, saya pernah benci dengan masa lalu. Sampai saya sedih, berpikir terlalu berlebihan sampe saya capek, lelah, dan menyerah. Sampe pada titik dimana saya tanya, bagaimana caranya berdamai dengan masa lalu. Simplenya, jawaban yang saya dapat adalah dengan menatap masa depan.

Mungkin benar, bagi orang-orang yang belum berdamai dengan masa lalu, bagi orang-orang yang dendam dengan masa lalu. Kenapa tak coba merengkuh masa lalu dan menatap masa depan.

Bahagia mu didepan lebih penting, dibanding membuang waktu untuk hal yang sudah terjadi. Untuk segala sesuatu yang salah. Ingat, segala sesuatu yang buruk belum tentu berakhir buruk. Tuhan maha baik, hal baik akan selalu datang.

Berbahagialah, karena bahagia kita yang ciptakan.

Jangan lupa bahagia, ya. :)

Sabtu, 24 Oktober 2015

Tentang hidup Idealis dan Mencintai dengan cara sendiri

Dari apa yang aku dengar, banyak orang diluar sana yang ingin dicintai seada-adanya dan apa adanya. Tapi beberapa dari mereka justru bersikap seakan mereka tidak mau dicintai apa adanya, kebanyakan mereka yang mau dicintai apa adanya hanya menuntut tanpa mau dituntut dan membiarkan orang lain mencintai mereka dengan caranya sendiri.

Diluar sana banyak meme bertebaran, entah dari bahasa Inggris, bahasa Indonesia atau bahasa daerah sekalipun. Diluaran banyak meme dengan "kalo dia cinta dibakal begini-begini" pertanyaan ku, kenapa terlalu banyak manusia dengan korban meme diluar sana yang berujung dengan tuntutan mereka ingin diperlakukan dan dicintai seperti apa yang tertulis dimeme comic atau quotes kebanyakan.

Beberapa orang memilih hidup idealis dengan mengikuti ide atau gagasan yang beredar ditengah masyarakat. Memang gak capek hidup idealis ? Dimana lo harus ngikutin atau maksa orang ngikutin apa yang sebenernya bikin gak nyaman demi society. Kenapa harus memilih hidup idealis dengan tuntutan dicintai apa adanya tanpa membiarkan orang lain mencintai dengan caranya sendiri.

Ku rasa, banyak hal yang tak harus di idealisasikan, seperti cinta❤. Tak perlu melulu menurut quotes atau meme yang beredar yang kebanyakan bilang jika dia mencintaimu dia akan begini begitu. Padahal jatuh cinta adalah seni. Seni membahagikan dengan caranya sendiri. Karena jatuh cinta adalah soal apa yang tak terlihat mata namun terasa hangatnya. Jatuh cinta adalah perkara membahagiakan. Dan aku yakin, setiap orang yang dicintai dan mencintai diluar sana punya cara masing-masing untuk mencintai pasangan mereka.

Cinta tak melulu soal idealisme, karena cinta bukun hukum atau sistem pemerintahan yang harus berjalan sesuai apa yang tertulis.

Kadang, semua hanya butuh berjalan dan mengalir apa adanya, tanpa perlu paksaan, tanpa perlu tuntutan. Karena puncak tertinggi dicintai adalah ketika kamu tak perlu jadi orang lain untuk mencintai dan dicintai.

Dan...

Setiap orang punya caranya sendiri untuk mencintai. 💕

Selasa, 11 Agustus 2015

Bercanda Tanpa Sarkasme.


Pertama, kenapa gue kasih judul post ini bercanda tanpa sarkasme adalah karena alasan dan suatu bentuk keprihatinan gue sama tata cara dan etika orang bercanda sekarang. Gue rasa semuanya beda kaya dulu, gue rasa bercanda sebagai apa yang harus lo lakukan dalam hidup biar hidup lo tetap “waras” sekarang sudah banyak menyimpang dan gak seharusnya.
Gue sering liat, orang jaman sekarang bercanda dengan kata-kata yang memang kurang seharusnya mereka keluarkan, bercanda dengan memperlakukan lawan bercanda dengan yang tidak seharusnya dilakukan. Gue prihatin dimana orang jaman sekarang sering memakai pemilihan kata yang salah dalam ejekannya, semisal kaya kata bipolar, idiot, autis, saiko. Jujur, kata demikan kurang enak didengar ditelinga gue. Oke, mungkin bagi beberapa orang kata-kata itu sah aja keluar sebagai bahan bercandaan. Tapi menurut gue, kata itu bener-bener gak lucu sama sekali untuk dijadikan bahan bercandaan. Kenapa ? karena mungkin buat orang yang hobby ngomong tanpa bener-bener memaknai hal itu keliatan biasa, nyatanya kata-kata semacam bipolar, idiot dan autis itu kata-kata yang menyakitkan untuk orang yang salah satu orang terdekatnya entah keluarga, sahabat atau kerabat dekat mereka yang benar-benar mengidap bipolar, autis dan idiot. Gue pernah baca, entah dimana gue lupa, isinya kurang lebih begini. Ada seorang perempuan yang adeknya menderita penyakit autis bawaan dari lahir, kemudian datang teman dengan lantang bercanda “Ah autis lo ah”, si perempuan marah karena adeknya mengidap autis bawaan dari lahir. Sekarang mikir deh, gimana kalau hal itu terjadi sama suatu diantara orang terdekat lo. Sungguhlah, hal dengan kata-kata sensitif gue rasa perlu dihilangkan didalam kata-kata bercandaan people now adays.
Banyak juga gue liat diacara televisi kita yang bercanda dengan mengejek soal hal personal, dengan kata kasar, dengan bersikap kasar kaya main dorong, dilempar telur, dipukul ini itu. Gue paham, walau konteks mereka adalah bercanda, setidaknya kenapa mereka tidak bercanda pada ala kadarnya. Masih inget warkop ? Om Dono, Om Indro dan Om Kasino, kenapa mereka meskipun sudah tidak ada kecuali Om Indro tetap menjadi legenda ? kenapa sampai saat ini film-film mereka masih sering diputar ditelevisi tanpa menimbulkan rasa bosan. Iya, karena mereka menghibur tanpa menggunakan urusan personal orang lain sebagai bahan lawakannya, karena mereka menghibur tanpa ada kata kasar dan kekerasan fisik walau konteksnya hanya bercanda, dan nyatanya mereka mampu dan survive sampai sekarang. Apa yang telah gue pelajari selama ini didalam 2tahun terakhir kuliah gue, bahwa televisi dan media sanggat menggiring opini publik, mereka menciptakan opini-opini dan kebiasaan baru dimasyarakat kita. Makannya gue sangat berharap kalau acara televisi di Indonesia tidak hanya acara dengan mengejar rating semata. Mereka harus berbobot, agar membuat kebiasaan, opini dan sikap baru yang lebih baik untuk bangsa ini. Dan gue rasa, bercanda dan menbuat lelucon tanpa sarkasme itu lebih baik dibanding harus bercanda dengan kata-kata yang kurang enak dilihat dan didengar telinga.

Rabu, 05 Agustus 2015

Hal-Hal Yang (Mungkin) Memang Harus Kamu SKIP dalam Pacaran Disosial Media

Hal ini gue tulis secara santai sambil nyemil bronis dan ditemenin bronis pulak (brondong manis)*yang terakhir bercanda* *tapi eug biasanya bercandanya serius, lah*, bukan tanpa maksud apa-apa apalagi nyindir pihak-pihak terkait yang nyatanya memang begini HAHAHA. Tapi kalo lo ngerasa tersindir ya, gimana ya hmmm *kibas rambut* berarti lo termasuk dalam spesies ini. Tulisan ini gue tulis berdasarkan kegelisahan gue dalam pemerhati masalah percintaan *tsah.

Banyak persoalan dipercintaan yang sebenarnya biasa-biasa aja tapi entah kenapa itu jadi hal absurd yang bikin orang yang liat ikutan enek. Iya, E.N.E.K. Dan yang gue heran, kenapa Tuhan menciptakan spesies model gini dibumi. Kenapa mereka para spesies ini engga ditaruh dibelahan planet lain. Kenapa, oh kenapa ? Dan gue juga yakin, diantara lo semua yang baca tulisan diblog gue ini pasti setidaknya punya satu spesies temen yang kalau pacaran model begini. Model begini gimana sih ? Yuk ah, cekidottt..


1. Si tukang KODE

Tuh, udah gue bold, miring sampe gue garis bawahin tulisan KODE. Iya, ada spesies orang yang kalau pacaran hobbynya ngasih kode mulu kepasangannya. Mending lah ya kalau kode secara langsung dia berdua aja sama pasangannya, lah ini direcent update dan ditimeline sosial media. Mungkin dese yang hobby tebar-tebar kode buat pasangannya disosial media ini dulunya pengen jadi anak pramuka, tapi gagal. Biasanya si tukang kode ini bakalan update banyak-banyak pas lagi kelahi sama pacarannya.Semacam update pura-pura sakit dengan status "aduh, badan tiba-tiba mendadak anget" please, lo orang apa pantat ayam ? bisa anget-anget gitu. Atau yang kode yang lain semacam "aduh, taadi pas dijalan pulang gue diikutin begal, eh begalnya bukan begal motor gue malah hati gue".Gue punya temen anggap aja namanya Kembang. Nah sikembang ini punya pacar anggap aja namanya curut yang kalau tiap kelahi ngancem bunuh diri. Horor ? Engak. Lah kalau gue lebih milih "yaudah sana lo mati gue cari yang baru". Sampe akhirnya sikembang ini udah engga tahan dan milih buat ninggalin curut. Terus curutnya mati ? Enggak, curutnya masih hidup seger buger dan malah kabarnya lagi deketin cewek baru. Herannya orang yang biasanya kode nyindir kepasangannya biar enggak ditingglin itu pas ditinggalin ya mereka hidup-hidup aja. Enggak percaya ? Coba cek mantan lo yang bilang "aku tuh gak bisa hidup tanpa kamu, kamu itu bagai oksigen ku" . CEK COBA DICEK, SPESIES MODEL BEGINI MASIH HIDUP ENGGA MEREKA? So please, jangan annoy orang lain dengan update aneh-aneh yang berujung membuat orang lain yang temenan disosmed sama lo enek dan berasa pengen delcont. Alih-alih didoakan awet, didoakan cepet putus mungkin sih iya.

2. Si Tukang DRAMA

Nah ini dia yang salah satu bikin males dan menggangu pengen banget ngeunfriend. Pasangan yang drama bukan main. Spesies ini biasanya bakal sok mesra-mesra padahal mah aslinya beh boro-boro :p. Yang begini biasanya kalau salah satu pasangannya lagi sakit nih, iya kalo lagi sakit suka foto-foto selfie sama obat, foto obat 3 biji terus dishare disegala sosmed, foto infus dan sipasangan satunya bakal ngebalas atau balik ngomen dengan kalimat "GWS ya sayang" atau "cepet sembuh ya mbul ku" Mbul ? Umbul-umbul ? .Yang gue heran dari spesies model begini, kenapa mereka sakit aja harus update demi drama kepasangannya, demi caper sama seantreo dunia maya. Kenapa waktu mereka sakit milih untuk foto obat dibanding kedokter dan istirahat aja dibanding buang-buang tenanga mikir kata-kata buat pdate status. Kenapa ya Tuhan, kenapa ? Sakitnya ih engga seberpa, tapi status sama updatenya kaya orang yang sekarat gak punya harapan hidup. Mengenaskan.

3. Si Tukang Chati via STATUS

Pagi sayang *emot bunga mawar* | Pagi juga sayang *emot bunga bangke*

Siapa nih yang suka tiap hari tiap pagi, tiap detik kalo chat sama pacarnya via update status ? Ada kan ? ADAAAA..... Banyak malah. Ini yang paling bikin gue heran. Kenapa mereka gk menggunakan private chat aja buat chating sama pacarnya ? Bukannya lebih enak, lebih bebas dan GAK MENGGANGU orang lain ? Kenapa sih spesies macam ini gak pernah mengoptimalkal fungsional dari aplikasi chating dan malah milih beralai ria dengan memarkan kemesraan yang padahal kalau kelahi jambak-jambakan jembut. Iye tau, situ pacaran kan yee, yang lain jomblo. Iye deh iya, dunia punya ngana pade yang lain mah bagai remah-remah kerak upil dipinggiran idung. Tapi emang perlu ? HARUS banget ape ? . Dear spesies macem begini tolonglah, orang-orang diluar sana bikin aplikasi chating susah payah, lah ngana tinggal makek aja kok begindang. Gue dulu punya temen, anggap aja namanya Sari. Si Sari ini begini sama pacarnya, ya mending lah kalau pas mesra-mesra. Ini pas lagi berantem, bok. Dan itu hampir tiap hari. Kebayang gimana eneknya dan gue memutuskan untuk mendelcont dari BBM karena udah ditingkat "ya apa sih malesin banget sih".

Semua hal diatas sebenarnya biasa aja kalau buat lo yang termasuk spesies diatas.Tapi lo harus sadar, dunia maya itu kurang lebih kaya didunia nyata. Lo gak bisa "hidup" sendiri didunia maya. Lo butuh temen biar friendlist lo disosmed ga ngenes-ngenes amat karena engga punya temen, tapi ya jangan sampe sementang dunia maya nan fana tsah membuat lo sembarangan bersikap layaknya lo hantu karena yang keliatan cuman status lo bukan wujud lo. Semoga tulisan ini berguna buat yang baca, apalagi buay yang kesindir HAHAHA.

Selasa, 23 Juni 2015

Do your PASSION


Coba deh, pikir-pikir lagi. Selama ini, kalian udah tahu apa tentang diri kalian sendiri. Sudah sejauh mana kalian mengenal diri sendiri. Dan yang paling penting, apa yang udah kalian lakukan buat diri sendiri. Dan satu yang pasti, apa kalian sudah merasa memang disitu lah “tempat” kalian berada. 

Banyak orang yang sudah puluhan tahun hidup, mereka masih belum bisa jawab kalau ditanya soal passionnya. Banyak anak-anak seumuran yang bahkan tidak tahu kalau ditanya apa yang mereka mau, bahkan belum tahu dimana minat mereka. 

Gak jarang, beberapa orang “kurang waras” karena mereka belum tahu apa yang mereka mau, mereka gak tau dimana minat mereka. Coba deh, yang belum nemu minat sama passionnya, yuk banyak-banyak nyoba hal baru lagi, banyak-banyak ketemu sama orang baru lagi. Kalau udah nemuin passion itu, bakal ngerasa kaya nemuin diri yang selama ini hilang #tsah. Tapi memang gitu kebanyakannya. Passion itu soal kecintaan, tentang apa yang kamu mau, yang kamu suka, dan kamu melakukannya dengan benar-benar suka. Passion itu gabungan pleasure, meaning dan emosi. Gak semua orang punya passion diakademik, beberapa dari kita bahkan jeblok dinilai-nilai akademik. Yang salah, kadang banyak orang tua yang “memaksa” tentang minat anak-anaknya. Memaksakan bahwa anak harus rangking 5 besar, nilai sempurna diakademik. No no no. Tuhan menciptakan dan melahirkan setiap individu dengan kemampuan dan unik dengan caranya masing-masing. Cemerlang dan unggul memang harapan setiap orang tua, tapi jangan sampai ambisi tentang akademik menghalangi anaknya “menemukan” dirinya sendiri. Percaya saja, bahawa Tuhan tidak semembosankan itu untuk ngasih kemampuan, passion dan keunikan yang sama kesetiap manusia. 

Bagi beberapa orang, banyak yang memilih hidup dengan selalu mengikuti kemana arus akan mengalir. Hidup selalu mengikuti arus mungkin bakal tetap menyenangkan, tapi belum tentu seseru mereka yang berani melawan arus, belum tentu punya pembelajaran dan pengalaman seasik pelawan arus. Maksudku disini, melawan arus bukan dengan melawan apa yang sudah jadi takdirmu, melawan garis yang udah Tuhan tentukan. Bukan. Maksudku disini berani mengambil keputusan, berani “mencari” apa yang sebenernya kita mau, berani berjuang untuk dimana seharusnya kita berada. Berusaha penuh,bukan denfan ikut apa dan kemana waktu bakal membawa kita.

Tuhan maha asik, Dia punya caranya sendiri biar manusia itu belajar. Entah itu dari hal menyenagkan, sampai hal pahit. Gak semua orang yang udah nemuin passionnya bisa hidup dan makan dari passionnya. Tapi bersyukurlah banyak-banyak kalau passion bisa menghidupi dan memberimu makan. Setidaknya ketika kita sekolah dan bekerja  dengan gak sesuai apa yang kita mau, passion bisa bikin kita tetap “waras” ketika sekolah dan kerjaan bukan jadi “tempat” dimana seharusnya kita berada.
Tapi apapun itu, life is what you make of it. Semua keputusan dan bagaimana kamu menjalaninya itu hak. Setiap orang punya alasan disetiap keputusan yang diambil dan orang lain gak berhak ngejudge sama sekali. So, lets do your passion and enjoy your life.

Sabtu, 16 Mei 2015

November terakhir

          Ini mungkin saja jadi november terakhir yang aku jalani dengan mu. Musim hujan terakhir yang kita rasakan bersama sebelum kamu pergi dan tidak akan pernah kembali bersama ku, selamanya. Sama seperti kamu, hujan hari ini juga masih menyisakan jejaknya. Yang membuat aku masih enggan berpindah dari zona nyamanku. Setiap musim hujan dan november biasanya selalu menjadi lovember untuk kita jalani. Namun tidak untuk november tahun ini, november terberat yang pernah ada, karena kepergianmu. Bagaimana disana dan apa kabarmu ? bulan ini aku bermain hujan sendirian tak seperti tahun-tahun sebelumnya bersamamu. Apa kamu disana bermain hujan sendirian sama seperti aku disini. Hujan dan november tidak pernah sedingin ini, aku butuh secangkir kopi yang kamu buatkan untuk ku. Mungkin secangkir kopi dan pelukanmu tidak akan pernah bisa kembali aku rasakan, tapi aku tahu kamu selalu menjaga ku dari jauh, meskipun kini kita sudah berada diruang yang berbeda, sayang. Kenapa kepergianmu seperti secepat kilat sebelum hujan ? mengejutkan dan membuat semua orang terkaku kaget mendengarnya. Selepas hujan, pelangi selalu muncul dengan indah warnanya. Namun jika kepergianmu sama seperti hujan, akan kah ada indah pelangi yang sama akan muncul seperti setelah hujan ?
Detik seakan membeku tak mau melebur bersama waktu ketika aku mengantarkan ketempat terakhir peristirahatanmu. Tidurlah dengan tenang, tanpa aku yang akan mengganggu tidur pagi mu dengan celotehan dan tangan jahil ku. Pergilah, tanpa harus memikirkan bagaimana aku akan bertahan meski tanpamu. Tinggalkan aku sendiri, tanpa harus memikirkan aku yang marah dengan sikapmu. Tinggalkan aku sendiri yang meskipun aku hanya akan bisa bercinta dengan delusinasi bayang tubuhmu, biarkan aku terbenam dalam bayang-bayang, karena aku masih belum sanggup bersinar. Aku tahu, Tuhan telah menyiapkan tempat terbaik untukmu disana. Dan tersenyumlah, karena aku wanita mu yang akan menjaga semua hal yang pernah kita lalui tanpa pernah melupakan sedetiknya. Tersenyumlah, karena aku sanggup bertahan tanpa bermanja padamu. Tersenyumlah, karena ini november dimana aku belajar banyak dari kehilangan meski tanpa pelangi setelah hujan. Dan kamu, tersenyumlah, because you”ll always be my lovember J.