Senin, 17 April 2017

Kesetaraan Hak, Feminisme, dan Sebuah (Kodrat) Perempuan

"Katanya feminisme, tapi minta bukain tutup botol masih pake "yaangggg, bukain" 

Ini sebuah perspektif, bukan karya ilmiah yang serius-serius amat. Jadi monggo dibaca samapi bawah. Walaupun lama enggak nulis blog jadi kagok.

Sebenarnya, apa sih feminisme ? Singkatnya feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi, keadilan, kesamaan atau kesetaraan hak-hak perempuan yang diberikan secara utuh sama seperti hak pria. Terus kenapa hak-hak itu harus disamakan, adil, dan setara ? Karena HAK adalah hal yang diberikan Tuhan secara adil dari lahir tanpa memandang status sosial, ekonomi, pendidikan sampai gender sekalipun. 
.
Aku sering bacot disosial media tentang kesetaraan hak perempuan. Iya, memberi kesetaraan hak pada perempuan adalah salah satu cara memanusiakan manusia. Karena perempuan terlahir sebagai perempuan yang diberikan Tuhan hak yang sama seperti para laki-laki. Kesataran Hak itu bagaimana ? Kesataraan Hak berarti tidak ada batasan perempuan untuk mengeksplor dirinya, menentukan pilihan hidupnya, merayakan tubuuhnya, didengar suaranya, berpendidikan tinggi, bekerja, begitulah kira.kira. Bicara Feminisme dan Kesetaraan Hak bukan berarti perempuan bebas melangkahi garis yang telah ditetapkan. Well, katakanlah sebuah kodrat. Melahirkan itu kodrat, belajar, bekerja itu HAK. Paham bedanya ? Dalam tulisan saya tentang perempuan dan hak-haknya disosial media. Saya selalu mengatakan, berbicara feminisme dan kesetaraan hak bukan berarti perempuan boleh semena-mena kepada laki-laki karena bagaimanapun manusia tidak akan bisa lepas dari garis yang telah ditentukan. Karena feminisme adalah soal kesetaraan, bukan siapa mendominasi siapa.
.
Kenapa elo repot-repot berbicara feminisme, kesetaraan hak dan tetek bengeknya. Karena saya perempuan dan karena saya manusia. Yang mau didengar suaranya, yang mau berpendidikan, yang mau bekerja, yang mau mengeksplor diri setara dengan laki-laki.
.
Menurut saya, salah satu cara memanusiakan manusia adalah dengan memerdekakan hak-haknya. Banyak yang tidak menyadari, apa guna kontribusi perempuan didalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi. Tanpa suara perempuan di kursi panas DPR, perempuan akan selalu dianak bawangkan. Dalam kehidupan sosial, tanpa kontribusi perempuan, mungkin akun instagram lambeturah tidak akan seramai itu komen-komennya. HAHAHA, OK. Kalimat terakhir enggak usah diseriusin.
.
Lantas, apa gunanya Ibu Kita Kartini berjuang segitu kerasnya demi suara perempuan agar sama setara, kalau akhirnya, hanya dibalas dengan ego laki-laki yang tersakiti, menolak feminisme dengan mengkambing hitamkan kodrat nyatanya hanya ingin mendominasi perempuan-perempuan yang berjuang agak hak-haknya disetarakan.
.
Inilah, de pawer of "balaslah dengan karya" (tapi jangan) dengan masuk Golongan Karya, begitulah kura-kura (._.)9

Selasa, 11 Oktober 2016

Sex Education Untuk Anak Usia Dini



            Seks Education atau yang sering kita dengar sebagai pendidikan seks masih sering dianggap tabu oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Tak jarang banyak orang tua yang enggan memberikan pendidikan seks pada anak teruatama untuk anak usia dini secara benar sesuai dengan keilmuan yang sudah ada. Mayoritas masyarakat Indonesia masih ada pada pengertian bahwa seks hanya seputar hubungan intim antara dua insan. Abdullah Nashis Ulwan mengatakan “Pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran dan penerangan tentang masalah – masalah seksual kepada anak, sejak ia mengenal masalah – masalah yang berkenaan dengan naluri seks dan perkawinan”
Sementara itu, jika ditilik melalui data oleh Pusat Data dan Informasi Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia dari tahun 2010 hingga tahun 2014 tercatat sebanyak 21.869.797 kasus pelanggaran hak anak, yang tersebar di 34 provinsi, dan 179 kabupatan dan kota. Sebesar 42-58% dari pelanggaran hak anak merupakan kejahatan seksual terhadap anak. Selebihnya adalah kasus kekerasan fisik, dan penelantaran anak. Data dan korban kejahatan seksual terhadap anak setiap tahun terjadi peningkatan. Pada 2010, ada 2.046 kasus, diantaranya 42% kejahatan seksual. Pada 2011 terjadi 2.426 kasus 58% kejahatan seksual, dan 2012 ada 2.637 kasus 62% kejahatan seksual. Pada 2013, terjadi peningkatan yang cukup besar yaitu 3.339 kasus, dengan kejahatan seksual sebesar 62%. Sedangkan pada 2014 Januari-April, terjadi sebanyak 600 kasus atau 876 korban, diantaranya 137 kasus adalah pelaku anak.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia juga menemukan banyak aduan kekerasan pada anak pada tahun 2010. Dari 171 kasus pengaduan yang masuk, sebanyak 67,8 persen terkait dengan kasus kekerasan. Dan dari kasus kekerasan tersebut yang paling banyak terjadi adalah kasus kekerasan seksual yaitu sebesar 45,7 persen 53 kasus. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mencatat, jenis kejahatan anak tertinggi sejak tahun 2007 adalah tindak sodomi terhadap anak. Tahun 2007, jumlah kasus sodomi anak, tertinggi di antara jumlah kasus kejahatan anak lainnya. Dari 1.992 kasus kejahatan anak yang masuk ke Komnas Anak tahun itu, sebanyak 1.160 kasus atau 61,8 persen, adalah kasus sodomi anak. Dari tahun 2007 sampai akhir Maret 2008, jumlah kasus sodomi anak sendiri sudah naik sebesar 50 persen. Komisi Nasional Perlindungan pada tahun 2009 lalu ada 1998 kekerasan meningkat pada tahun 2010 menjadi 2335 kekerasan dan sampai pada bulan maret 2011  paling tidak dari pantauan Komisi Nasional Perlindungan Anak ada 156 kekerasan seksual khususnya sodomi pada anak.
Sedang pada tahun 2015 sendiri, tercatat ada 16.217 kasus kekerasaan seksual pada perempuan. Data ini tercatat dari data terlapor di Komisi Nasional anti Kekerasan Pada Perempuan. Tentu ini menjadi pertanyaan besar kenapa setiap tahunnya angka kekerasan setiap tahunnya kian meningkat. Juga menjadi PR bagi segala lapisan masyarakat untuk memerangi kekerasan seksual yang sering terjadi pada anak. Pendidikan seks usia dini yang ditanamkan kepada anak tidak hanya sebatas hubungan intim, namun mengajarkan anak untuk mengenali tubuh mereka sendiri, menerima tubuhnya, bagaimana cara merawat dan menjaga bagian yang hanya boleh hanya disentuh dirinya sendiri. Pendidikan seks usia dini dapat menjawab sebuah rasa penasaran pada anak secara benar, sehingga anak tidak mencari tahu pada sesuatu yang tidak pada tempatnya. Memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab pada dirinya.
Sudah seharusnya pendidikan seks usia dini menjadi tugas dan tanggung jawab segala lapisan masyarakat. Terutama pada orang tua agar menghindari anak dari kejahatan seksual yang bisa menimpa siapa saja dan dimana saja. Pendidikan seks menjadi bentuk rasa cinta dan kepedulian orang tua kepada anak mereka dalam menyelamatkan masa depan dan apa yang menjadi kehormatan mereka. Pendidikan seks menjadi hal penting mengingat angka kejahatan seksual meningkat setiap tahunnya. Dengan pendidikan seksual yang diharapkan anak dapat menjaga dan melindungi dirinya dari bahaya ancaman luar serta, mengerti bagaimana bersikap kepada orang asing yang bisa saja membahayakan mereka.
Karena pada dasarnya mendapatkan pendidikan adalah hak setiap orang. Memberikan pendidikan berarti memberikan hak-hak anak seperti yang tertuang pada pasal 49 Undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa “Negara, pemerintah, kelurga, dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang seluas – luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan”. Ajarkan pada mereka bahwa tubuhmu adalah otoritasmu.


With Love
firstiaawiry

Kamis, 15 September 2016

SELF MOTIVATION

Beberapa hari lalu salah satu teman update status BBM yang kurang lebih isinya begini “Hidup jangan terlalu banyak motivasi, karena hidup tidak sesimple itu” Katanya, motivasi beda dengan hasrat. Mungkin simplenya begini, ada beberapa orang yang menyamakan motivasi dengan obsesi, nyata obsesi dan motivasi adalah 2 hal yang berbeda.
Kalau buatku sendiri, self motivation bisa membuat semangat untuk melalui hal-hal yang terasa berat didalam hidup. Ada sebuah bayangan bagaimana hidup tanpa sebuah motivasi. Menurut saya, motivasi adalah teman untuk segala goals didalam hidup. Saya tidak menyalahkan mereka yang bilang bahwa hidup jangan terlalu banyak motivasi, karena pada dasarnya setiap orang punya prinsip yang berbeda.
.
Soerkarno pernah bilang “Bermimpilah setinggi langit, bila engkau jatuh, jatuh diantara bintang-bintang”. Artinya jika mimpimu tidak sampai, kau masih bisa merasakan hal yang indah dari hasil sebuah proses. Setiap orang punya mimpi dan bebas bermimpi. Self motivasi adalah acuan, bahkan ketika kita hidup dimana sorang motivator kondang saja bisa punya kasus semenyedihkan itu. Lantas, apa harus melulu kita hidup dengan motivasi orang lain ? 
.
Salah satu self motivation saya adalah “sekolah yang bener, kerja yang rajin, biar gak gemeter pas geseknya” Sedikit cerita, saya seorang perempuan yang kadang suka sekali mood-moodan. Mood saya hanya bisa benar hilang ketika saya pergi ke mall atau buka online shop untuk membeli sebuah barang yang entah apa. Mungkin ketika saya mengutarakan hal itu didepan orang lain akan terlihat betapa haluunya hidup saya. Tapi itu saya dan salah satu self motivation saya dimana tanpa motivasi hidup saya bukan apa-apa, tak punya semangat untuk tetap bekerja demi membeli barang-barang yang saya mau.
.
Banyak hal terberat dalam hidup yang terlewati dan terbantu justru dengan adanya motivasi didalam hidup. Jangan patah untuk bermimpi, jangan pernah patah untuk menciptakan motivasi besar dan mewujudkannya satu-satu didalam hidup. Dreams, believe and make it happen.

So, what your self motivation ?

Rabu, 13 April 2016

Perkara Hati Yang Patah

Entah kenapa, setiap hari hampir selalu ada saja mereka yang japri saya hanya untuk sekedar curhat. Curhat masalah hidup dari yang serius sampe yang baper-baper gitu doang lah. Gak sedikit dari mereka yang curhat masalah kehidupan cinta. gak tau pada demen beud dah curhat sama sini. Lama-lama buka kelas konsultasi juga neh :p 

Simplenya begini, patah hati itu reaksi. Reaksi yang menunjukan kalau hati kita belum mati. Banyak-banyak bersykur kalau masih bisa ngerasain patah hati ? kenapa ? karena diluar sana banyak yang hatinya udah mati rasa. Aku selalu bilang sama mereka yang patah hati, bahwa ya nikmatin aja apa yang ada sekarang, rasain aja mumpung masih bisa tahu gimana rasanya. 

Gak ada yang salah dari orang yang jatuh cinta kemudian patah hati. Yang salah adalah kalau waktu yang ada digunakan untuk patah hati seumur hidup tanpa mau memaafkan diri sendiri dan gak mau berdamai dengan masa lalu. Patah hati itu reaksi. reaksi bahwa kamu masih manusia. 

Nikmatin aja, selagi masih bisa patah hati. Untuk mereka yang merasa patah hati adalah akhir dari segala. Percayalah, dimasa yang akan datang, seiring dengan hidup yang semakin berjalan, pilihan hidup yang mengharusnya untuk dewasa, dan seiring berjalanannya waktu, galau karena cinta gak bakal ada apa-apanya dibanding pilihan yang lebih berat lagi kedepannya. Satu yang pasti you deserve to be HAPPY.

Patah hati itu kedewasaan. Belajar ikhlas kemudian menerima. Legowo terhadap hal-hal yang telah terjad dimasa lalu. Dari patah hati kemudian manusia akan belajar. Belajar menghargai apa yang masih menjadi hak milik agar ketika kehilangan dan terpatahkan lagi, kita sudah sempat melakukan hal-hal baik untuknya. Belajar menjadi lebih baik dari yang lalu untuk orang yang dirasa pantas untuk dibahagian kedepannya. belajar soal ikhlas dan menikmati pedih yang kemudian untuk ditertawakan dimasa depan.

Tak perlu buru-buru untuk (terlihat) bahagia. Rasakan dengan baik-baik. Karena pada akhirnya yang kita butuhkan bukan hanya TERLIHAT bahagia. Tapi untuk MERASA bahagia. Bukannya begitu esensi hidup ? Soal bagaimana kita yang merasakan dan bukan bagimana kita untuk HANYA terlihat.

Nikmatin aja soal hati yang patah serta temannya yang bernama tangis. Sebelum akhirnya lo mati rasa. Karena ketika mati rasa lo akan lebih bingung ketimbang patah hati. Bingung kenapa waktu disakitin siapa aja lo bukannya sedih tapi malah ketawa.

So, well :) Selamat menikmati patah hati dan prosesnya. Bukannya itu gunanya punya sahabat ? Mengobati hati yang sedang patah-patahnya

Minggu, 10 April 2016

Things that will kill your relationship


Cinta kadang mematikan logika, mencacatkan indra, menolak hal rasional demi melakukan hal-hal irasional. Banyak pasangan diluar sana yang dengan berakhirnya hubungan kemudian menyalahkan orang lain. Padahal tanpa sadar, beberapa hubungan berakhir karena pasangan itu sendiri yang membunuh perlahan hubungan mereka. Cinta memang membuat segala sesuatunya menjadi tidak irasional, sulit diterka oleh logika, mungkin itu alasan kenapa  banyak yang kemudian melakukan hal konyol diluar nalar hanya demi mengikat pasangan, padahal beberapa yang dilakukan bukan menyelamatkan hubungan itu sendiri, seperti pasir yang digenggam erat, mereka akan melepas dirinya perlahan. Ditulisan kali ini, berhubung lama banget gak update blog aku pengen nulisin hal-hal yang bisa membunuh hubungan sendiri, dengan teramat maaf kalau bahasanya jadi sedikit agak resmi, soalnya lama gak update dan keseringanh nulis berita dan artikel resmi ouuhh L
Thats yeah, hal yang bisa membunuh hubungan sendiri diantaranya adalah

1.     -  Posesif & Over Protectif
Diantara kalian disini mungkin banyak yang posesif sama pasangannya, merasa memiliki dan gak mau kehilangan membuat manusia spesies ini bersikap seenaknya terhadap pasangannya. Menjaga berlebih, perasaan ingin mengikat membuat manusia seperti ini punya sikap otoriter terhadap pasangannya, mengatur dan membatasi hal-hal yang tidak seharusnya dibatasi. Melarang berteman, melarang bersosialisasi. Tahu gak kenapa walau punya pacar sekalipun manusia harus tetap berteman dan bersosialisai ? Biar kalau putus dari manusia model begini, galau dan sakit hatinya gak sendirian. Percayalah, setiap yang berlebihan gak bakal baik pada akhirnya, walau tujuan dari mereka yang posesif dan over protectif sebenarnya baik. Posesif dan Over protectif akan melahirkan kebohongan-kebohongan baru, hubungan yang berlandaskan kebohongan akan selalu menjadi cambuk untuk diri sendiri. Posesif dan Over Protectif hanya akan melukai diri sendiri dan pasangan. Melukai diri sendiri karena biasanya mereka yang posesif dan protectif akan insecure berlebih terhadap pasangan, cemburu tidak pada batasnya, harus siap jika tahu sudah dibohongi. Melukai pasangan karena posesif akan melahirkan hal-hal bersikap abuse, mengambil hak-haknya untuk berteman dan berbagi sama dunianya yang tak hanya kamu.  Percayalah, bahwa “melepaskan” pasangan bukan berati itu bukan tanda cinta, tapi itu bukti yang kuat bahwa kamu memberikan kepercayaan yang tinggi terhadapnya, bukannya hubungan memang harus berlandaskan kepercayaan yang tinggi ?

2.     -  Ego Talk
Kali ini ada ego yang brbicara. Selalu mengikuti kemanapun egomu berada akan menjadikanmu manusia yang egois. Manusia tanpa empati menempatkan diri mereka lebih tinggi dari pada manusia lain. Kenapa ini jadi hal kedua yang bisa membunuh hubungan mu sendiri ? YAK, karena selalu ngasih makan ego gak bakal bikin hubunganmu tambah awet apalagi harmonis. Mereka yang selalu ngasih makan ego sendiri dalam hubungan biasanya dikit-dikit hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa bekaca terhadap dirinya sendiri, tidak bisa mengalah apalagi minta maaf. Ego talk perkara nafsu, melampiaskan demi memuaskan hati. Sisanya ? Hell, yuk ah lihat sudah berapa banyak manusia yang “gagal” hanya karena selalu ngasih makan egonya sendiri.

3.     -  Abuse
Ini yang paling gak enak, dan paling menyedihkan. Banyak korban diluar sana yang gak sadar bahwa mereka sedang ada dihubungan yang abuse. Abuse tidak hanya perkara kekerasanm fisik, tapi juga psikis. Hal kecil yang tanpa disadari ternyata masuk kedalam abuse, seperti pelecehan, marah yang berlebih sampai memaki-maki dan keluar kata kasar. Perlu digaris bawahi bahwa pelecehan tak hanya bersifat seksualitas, tapi mengarah ke harga diri. Banyak dari mereka yang merasa dicintai oleh pasangannya kemudian bersikap seenaknya sendiri, bilang bahwa yang bisa menerima baik buruknya hanya sipasangan, bilang bahwa gak bakal ada yang mau sama pasangan selain dirinya. Well, biasanya korban dari hubungan abuse ini lama-lama bakal sadar walaupun mereka sangat butuh sekali untuk didampingi secara support agar bisa keluar dari hubungan abuse.

4.   -    Si tukang ngatur
Hellooowwwww.. situ pacarnya apa tukang parkir ? Hobbynya kok ngarahin dan ngatur-ngatur mulu ? Biasanya ini banyak dilakukan kaum perempuan, walau banyak juga dilakukan oleh laki-laki. Mereka yang suka ngatur biasanya akan ngelarang buat bergaul dengan ini itu, melarang kesini kesitu, melarang mengambil keputusan ini itu. Mereka lupa, bahwa pasangannya juga punya hidup sendiri dan gak numpang nyawa sama pasangannya. Adalah hal berbeda dengan mereka yang memberikan pilihan tanpa mengatur bagaimana pasangannya harus bersikap.

Apapun itu, kita jelas tahu bahwa hubungan adalah perkara kesepakatan. Bukan hanya terjalin secara sepihak. Jangan pernah lupa bahwa esensi dari pacaran salah satunya adalah bahagia dan merasa nyaman. Jangan menyalahkan orang lain ketika hubunganmu rusak, but ask your self first, bisa jadi diri sendiri yang membunuh hubungan itu secara perlahan J

Senin, 01 Februari 2016

Tentang Ketiadaan dan Memilih “Sendiri”

Beberapa hari lalu, aku baca tulisan dari blognya Alexander Thian di aMrazing.com, tentang depresi dan keinginan untuk bunuh diri dan galau tentang usia 20an. Sebelumnya, terimakasih untuk tulisannya koh Alex :) segala tulisan koh Alex banyak menginspirasi. 

Dari tulisan Koh Alex, kemudain aku mengaca pada diri. Depresi ? Yes, dulu aku pernah merasakan. Dan diluar sana banyak kok pasti yang mengalami depresi. Bedanya, bagaimana mereka "mengekspresikannya". Diluar sana, aku "memperkenalkan" diri sebagai orang yang ceria. Ketawa sana-sini, bikin orang ketawa sana-sini dan rasanya bahagia aja bisa bikin orang lain ketawa sejenak. Tapi dibalik itu, ada hidup yang tidak mudah tapi berhasil terlewati.
Aku pernah merasa kosong didalam hidup, soal ketiadaan dan kesepian. Tentang berperang dengan diri sendiri dan sulitnya berdamai dengan masa lalu. Riwayat hidup seorang lalal kecil tidaklah mudah, tapi aku bersyukur bahwa segalanya sudah terlewati dan aku tumbuh didalam sana. Bahkan dari kecil, aku sudah belajar bahwa bersikap dewasa itu harus. Berawal dari bangkrutnya kantor Ayah yang seakan membalik hidup begitu saja. Nggak, hidupku sebelum kantor Ayah bangkrut tidak semuanya enak, hanya saja itu lebih lebih bersyukur. Setelah kantor Ayah bangkrut, meninggalnya mama dan hidup ku yang seakan dioper sana-sini. Dari kecil, aku sudah belajar tentang perpindahan dan merantau sendiri. Tinggal ikut kakek-nenek, kemudian pakde-budhe, baru setelahnya ikut Ayah-Ibu.
Dari kecil, aku sudah belajar tentang memahami keadaan. Disaat anak-anak lain mungkin menetap disuatu kota sambil bermain, lalal kecil sudah pindah-pindah kota dan belajar memahami hidup. Hidup sama orang lain bikin jiwaku sakit, perasaan tidak nyaman, pernah mendapatkan perlakukan kurang baik, dan dewasa terlalu cepat membuat lalal kecil merasa nggak punya siapa-siapa buat berbagi. Bahkan untuk sekedar cerita kaya anak-anak seusianya yang cerita hari ini disekolah ada apa dan bagaimana. Terbiasa jadi outsider dan terasingkan sendiri dari keluarga sejak kecil, semua terbawa samapi detik aku nulis sedikit pengalamn hidup diblog ini.
Semua berlalu begitu cepat, sampai pada kepindahan ke kalimantan yang ku kutuk sendiri didalam hati membuat lalal kecil yang beranjak remaja mengutuk masa lalunya. Benci oleh keadaan, benci oleh orang sekitar, dan sempat benci pada hidup. Masa-masa peralihan anak-anak ke remaja yang harus dijalani begitu-begitu saja, tidak punya tempat cerita dan tidak punya kesempatan cerita tentang siapa pacar pertama, cinta pertama dan siapa yang disuka diam-diam. Yang terjadi disini, mungkin bukan soal nggak ada teman cerita soal hidup tapi lebih ke sudah biasa memendam segalanya sendiri.
Masuk SMA, awal luka dan cerita yang baru :). Sedih tentang perlakuan orang sekitar yang hanya bisa menganggap lalal hanya seorang perempuan bodoh yang bisanya hanya jadi benalu (well, itu pernah dibilang anggota keluarga secara gamblang :"D) bahwa seorang lalal hnya bisa pergi bermain dan bermain. Beda dengan kakak adeknya yang dirumah, tidka pernah menyusahkan, tidak pernah nakal dan bragajulan kaya seorang lalal tanpa pernah mau tahu apa yang kurasa dan bagaimana keadaan, tanpa mau tahu alasan dan penyebabnya. Tapi masa SMA adalah masa-masa terindah dibalik masa kelam yang pernah terjadi. Di SMA, aku ketemu sahabat, aku ketemu teman baik. Dari mereka aku merasa hidup yang sudah disyukuri harus lebih lebih disyukuri. Dari bertemu sahabat, aku merasa hidup, mereka mengajarkan aku banyak hal, dari mereka aku merasa well, i'm not alone. Mereka mengerti banyak dari orang yang seharusnya mengerti aku paling banyak. Dear sahabat, terimakasih yaaa untuk semuanya.
Sampai pada masa merantau untuk kuliah, nggak tau kenapa perasaaan kok bahagia banget keluar dari rumah, bukan karena bebas. Tapi merasa ya lebih baik begini, memilih sendiri, toh dari kecil aku sudah merasa sendiri ditengah keramaian :) . Namun setelah nggak lama merantau, disini titik balik hidup yang kurasakan.Sedih mereasa selalu terus-terusan sendiri, tengah malam nangis diam-diam. Capek hati, capek badan dan capek jiwa. Iya, aku benar-bener ngerasa sudah lelah-lelahnya, merasa dititik jenuh-jenuh. Satu malam kebangun dan merasa i'm deserve happy and better, ngerasa sampai kapan merasa kaya gini. Hidup bakal gak sehat sendiri kalau lama-lama begini. Merenung dan berkaca, sesuatu baru harus kulakukan. Mungkin cara yang paling tepat adalah tentang berdamai dengan masa lalu. Iya, besoknya aku belajar untuk berdamai dengan masa lalu, memaafkan diri sendir, memaafkan keadaan, dan memaafkan segala yang pernah terjadi. Pelan-pelan hidup berasa berubah, pelan-pelan semuanya terasa lebih baik. Bahkan lebih baik dari apa yang pernah terjadi.

Semua butuh proses, untuk berdamai dengan masa lalu, aku berperang dengan diri sendiri, dengan hati dan logika. Sampai dimana semuanya sudah berasa lega. Disitu aku sadar, bahwa segala yang terjadi membawa aku ketempat ini, membawa aku ketempat dimana seharusnya aku berada. Membawa aku menjadi bagaimana aku menjadi sekarang. Sekarang jelas, bahwa masa lalu tidak pantas untuk dikutuk. Dengan kejadian-kejadian yang pernah terjadi, mengajarkan ku tentang banyak sekali hal. Sesuatu yang jelas berharga lebih dari sekedar uang. Karena titik terendah yang pernah ku alami, aku belajar dari hidup sejak awal. Karena titik rendah yang pernah terjadi mengajarkan menjadi dewasa pada tempatnya. Menyadari ya begini lah hidup, bahwa segalanya perlu dijalani, dan diberi jalan sehingga mulus jalannya. Aku dewasa bukan karena usia, aku belajar dewasa karena perjalan hidup dan segala hal yang pernah terjadi didalamnya.
Sekarang, semua terasa baik-baik saja. Apapun yang akan terjadi, ku rentangkan jalan agar semua berjalan mulus dan mudah untuk dilewati.

Dititik ini aku belajar, bahwa tiada satu orang pun yang salah. Yang salah adalah ketika aku masih memutuskan untuk stuck dizona dendam dan masa lalu dan tidak pernah mau berdamai untuk masa lalu. Aku memutuskan untuk berhenti mengutuk masa lalu, karena aku sadar, masa lalu ada bukan untuk dikutuk, tapi ada untuk ditertawakan :).

Kamis, 31 Desember 2015

Dibalik 2015

Page 365 of 365... Diluar rumah, suara letupan kembang api menghiasi malam. Menghibur siapa saja termasuk bagi orang yang malam tahun barunya hanya ditemani kopi dan cemilan kaya gue sambil bakar-bakar kenangan dengan backsound One Call Awaynya  Charlie Puth.
Iya, malam ini adalah malam menyambut tahun baru 2016. Setahun sudah setelah aku memutuskan untuk hijrah keblog ini dari blog sebelumnya. By the way, Happy New Year 2016 anyone. Gimana resolusi 2015nya ? Tercapai semua apa malah nothing =)))))

2015. Sebuah cerita dan memory pasti terekam didalamnya. 2015 gue, enggak banyak cerita indah sih, tapi yang jadi bahan pembelajaran banyak banget. di 2015, gue banyak belajar soal hidup yang semakin lama semakin bukan layaknya sinetron yang happy ending atau bisa dirangkai yang indah-indahnya doang. 
Tentang 2015, banyak hal gila didalamnya, banyak beberapa hal yang datang tanpa diduga-duga. Tentang kehilangan sosok kakak, tentang bagaimana caranya menguatkan lalu menjaga hati sendiri, melawan trauma, belajar mencari pundi-pundi rupiah yang tidak mudah sampai belajar bahagia.
Iya, belajar bahagia. Bukan berarti sebelumnya bahagia itu tidak ada. Hanya saja belajar lebih, bahwa bahagia adalah bukan tentang diri sendiri. Belajar bahagia datangnya bisa saja dari hal-hal sederhana :)

And, Say Hello sama 2016.
Resolusi siap dibuat lalu dijalankan. Walaupun 2016 mungkin akan lebih berat. Resolusi kecil 2016, kuliah terlancarkan, pundi-pundi rupiah semakin banyak dan bisnis kecil menjadi besar, rajin menulis dan belajar menciptakan tulisan-tulisan yang lebih high light lagi, menjadi bahagia dan belajar bersyukur dari hal yang paling kecil, Oh iya, ngerebut hati kamu juga deh *Kamunya entah siapa*

Untuk 2015, Terimakasih untuk segala tawa bahagia, tetes pilu air mata, amazing momentnya, detik-detik serta drama tai kucingnya. Saya bangga telah melewatinya dengan suka cita walau kadang tetes air mata ada sebagai penguat.

Selamat tahun baru 2016! God Bless You! :) Semoga semua berjalan seimbang dan menjalaninya dengan bahagia selalu ^^

So, what yours 2015 ?