Coba deh, pikir-pikir lagi. Selama
ini, kalian udah tahu apa tentang diri kalian sendiri. Sudah sejauh mana kalian
mengenal diri sendiri. Dan yang paling penting, apa yang udah kalian lakukan
buat diri sendiri. Dan satu yang pasti, apa kalian sudah merasa memang disitu
lah “tempat” kalian berada.
Banyak orang yang sudah puluhan
tahun hidup, mereka masih belum bisa jawab kalau ditanya soal passionnya.
Banyak anak-anak seumuran yang bahkan tidak tahu kalau ditanya apa yang mereka
mau, bahkan belum tahu dimana minat mereka.
Gak jarang, beberapa orang “kurang
waras” karena mereka belum tahu apa yang mereka mau, mereka gak tau dimana
minat mereka. Coba deh, yang belum nemu minat sama passionnya, yuk
banyak-banyak nyoba hal baru lagi, banyak-banyak ketemu sama orang baru lagi. Kalau
udah nemuin passion itu, bakal ngerasa kaya nemuin diri yang selama ini hilang
#tsah. Tapi memang gitu kebanyakannya. Passion itu soal kecintaan, tentang apa
yang kamu mau, yang kamu suka, dan kamu melakukannya dengan benar-benar suka.
Passion itu gabungan pleasure, meaning dan emosi. Gak semua orang punya passion
diakademik, beberapa dari kita bahkan jeblok dinilai-nilai akademik. Yang
salah, kadang banyak orang tua yang “memaksa” tentang minat anak-anaknya.
Memaksakan bahwa anak harus rangking 5 besar, nilai sempurna diakademik. No no
no. Tuhan menciptakan dan melahirkan setiap individu dengan kemampuan dan unik
dengan caranya masing-masing. Cemerlang dan unggul memang harapan setiap orang
tua, tapi jangan sampai ambisi tentang akademik menghalangi anaknya “menemukan”
dirinya sendiri. Percaya saja, bahawa Tuhan tidak semembosankan itu untuk
ngasih kemampuan, passion dan keunikan yang sama kesetiap manusia.
Bagi beberapa orang, banyak yang
memilih hidup dengan selalu mengikuti kemana arus akan mengalir. Hidup selalu
mengikuti arus mungkin bakal tetap menyenangkan, tapi belum tentu seseru mereka
yang berani melawan arus, belum tentu punya pembelajaran dan pengalaman seasik
pelawan arus. Maksudku disini, melawan arus bukan dengan melawan apa yang sudah
jadi takdirmu, melawan garis yang udah Tuhan tentukan. Bukan. Maksudku disini
berani mengambil keputusan, berani “mencari” apa yang sebenernya kita mau,
berani berjuang untuk dimana seharusnya kita berada. Berusaha penuh,bukan
denfan ikut apa dan kemana waktu bakal membawa kita.
Tuhan maha asik, Dia punya caranya
sendiri biar manusia itu belajar. Entah itu dari hal menyenagkan, sampai hal
pahit. Gak semua orang yang udah nemuin passionnya bisa hidup dan makan dari
passionnya. Tapi bersyukurlah banyak-banyak kalau passion bisa menghidupi dan
memberimu makan. Setidaknya ketika kita sekolah dan bekerja dengan gak sesuai apa yang kita mau, passion
bisa bikin kita tetap “waras” ketika sekolah dan kerjaan bukan jadi “tempat”
dimana seharusnya kita berada.
Tapi apapun itu, life is what you
make of it. Semua keputusan dan bagaimana kamu menjalaninya itu hak. Setiap orang
punya alasan disetiap keputusan yang diambil dan orang lain gak berhak ngejudge
sama sekali. So, lets do your passion and enjoy your life.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar