Sabtu, 16 Mei 2015

November terakhir

          Ini mungkin saja jadi november terakhir yang aku jalani dengan mu. Musim hujan terakhir yang kita rasakan bersama sebelum kamu pergi dan tidak akan pernah kembali bersama ku, selamanya. Sama seperti kamu, hujan hari ini juga masih menyisakan jejaknya. Yang membuat aku masih enggan berpindah dari zona nyamanku. Setiap musim hujan dan november biasanya selalu menjadi lovember untuk kita jalani. Namun tidak untuk november tahun ini, november terberat yang pernah ada, karena kepergianmu. Bagaimana disana dan apa kabarmu ? bulan ini aku bermain hujan sendirian tak seperti tahun-tahun sebelumnya bersamamu. Apa kamu disana bermain hujan sendirian sama seperti aku disini. Hujan dan november tidak pernah sedingin ini, aku butuh secangkir kopi yang kamu buatkan untuk ku. Mungkin secangkir kopi dan pelukanmu tidak akan pernah bisa kembali aku rasakan, tapi aku tahu kamu selalu menjaga ku dari jauh, meskipun kini kita sudah berada diruang yang berbeda, sayang. Kenapa kepergianmu seperti secepat kilat sebelum hujan ? mengejutkan dan membuat semua orang terkaku kaget mendengarnya. Selepas hujan, pelangi selalu muncul dengan indah warnanya. Namun jika kepergianmu sama seperti hujan, akan kah ada indah pelangi yang sama akan muncul seperti setelah hujan ?
Detik seakan membeku tak mau melebur bersama waktu ketika aku mengantarkan ketempat terakhir peristirahatanmu. Tidurlah dengan tenang, tanpa aku yang akan mengganggu tidur pagi mu dengan celotehan dan tangan jahil ku. Pergilah, tanpa harus memikirkan bagaimana aku akan bertahan meski tanpamu. Tinggalkan aku sendiri, tanpa harus memikirkan aku yang marah dengan sikapmu. Tinggalkan aku sendiri yang meskipun aku hanya akan bisa bercinta dengan delusinasi bayang tubuhmu, biarkan aku terbenam dalam bayang-bayang, karena aku masih belum sanggup bersinar. Aku tahu, Tuhan telah menyiapkan tempat terbaik untukmu disana. Dan tersenyumlah, karena aku wanita mu yang akan menjaga semua hal yang pernah kita lalui tanpa pernah melupakan sedetiknya. Tersenyumlah, karena aku sanggup bertahan tanpa bermanja padamu. Tersenyumlah, karena ini november dimana aku belajar banyak dari kehilangan meski tanpa pelangi setelah hujan. Dan kamu, tersenyumlah, because you”ll always be my lovember J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar