Kamis, 29 Januari 2015

Dunia Tanpa Sekat Agama

Saya memimpukan Indonesia yang sekuler. Mungkin, alangkah damai dan indah dunia tanpa sekat-sekat dinding tinggi yg bernama agama. Saya menulis ini bukan karena saya kafir, bukan karena saya KOMUNIS dan liberal dan bukan arena saya atheis. Saya muslim. Saya menulis ini atas dasar keprihatinan saya atas Indonesia. Iya. Negar kita mudah sekali diadu domba dengan isu agama. Sudah berapa kali dan berapa korban yang jatuh karena adanya adu domba oleh isu agama. Tak prihatinkah kalian ? Tak sayang kah kalian atas nama persaudaraan sesama warga dan masyarakat Indonesia ? Dimana hati nurani kalian ketika melihat sering kali jatuh korban karena sekat agama ? Bukan kah kita satu, sebangsa setanah air Indonesia ? Lantas mengapa kita terlalu mudah untuk dijatuhkan oleh ulah manusia tak bertanggung jawab ?
Saya tahu, dan saya sangat mengerti betul agama adalah kepercayaan, agama adalah pondasi dan agama adalah suatu hal yang sensitif. Namun, bukankah agama jga bearti beberapa nama atau doktrin ? Dari kecil kita selalu diajarkan, dikenalkan dan dituntut untuk mengenal dan paham agama kita. Apa bedanya dengan kita yang mulai TK juga di doktrin dengan selalu diajarkan, dikenalkan dan dituntut untuk memahami apa yg telah kita pelajari. Setiap sekolah, bukan kah memiliki nama yang berbeda, sistem ajaran yang berbeda namun selalu memiliki tujuan yg sama yaitu meluluskan siswanya dan membuat mereka lebih berwawasan. Lantas, apa bedanya dengan agama ? Dari kecil kita selalu dikenalkan, disuruh mempelajari dan dituntut agar paham agama kita. Kemudian saya tanya, adakah dr agama yg tidak mengajarkan kebaikan dan dengan tujuan yg berbeda. Setiap agama tentu bertujuan yg sama. Bertujuan menuju surga dan TUHAN :) . Hanya saja, jalan yang kita tempuh mungkin berbeda, kepercayaan yang kita percaya itu berbeda. Sama seperti seorang murid yang membanggakan sekolahnya, maka seorang manusia beragama apapun juga akan selalu membenarkan agamanya, membenarkan segala ajaran yang telah dipahaminya sedari kecil.

Ketika beberapa murid tawuran, lalu jatuh korban manakah yang akan lebih terkenal jelek ? Sekolahnya :) ex : "itu tadi murid SMA XX & SMA YY" tawuran.
Sama ketika sebuah beberapa ormas yang membawa atas nama Tuhan dan agamanya ketika melakukan sebuah kericuhan, kegaduhan, serta penghancuran tempat ibadah agama lain. Siapa kah yang akan disorot ? Agama :)
Ketika mereka mengatas namakan agama, dan Tuhan untuk membunuh. Apakah ada Agama yang menghalal kan membunuh sesamanya ? TIDAK ADA . adakah Tuhan suka dengan manusia yang saling bunuh ? TIDAK

Lantas ? Kenapa sampai sekarang kita masih sering saling hina, saling memerangi, saling merasa benar dan tidak pernah mau mengalah ? Bukan kah setiap agama mengajarkan kedamaian ? Bukan kah Tuhan senang dengan sesama umatnya yang saling jaga, dan saling toleransi ?
Mengapa tidak kita putuskan untuk saling menjaga dan bertoleransi bersama-sama. Mengapa tidak kita putuskan untuk saling merangkul dan menyayangi dari pada harus saling bercerai berai ? Bukankah Tuhan benci dengan sebuah perceraian. Dan bukankah Tuhan hanya satu :)
Mengapa tak kita putuskan untuk saling membantu jika kita saling tahu bahwa tujuan kita sama yaitu Tuhan dan SurgaNya ?

Maaf atas kelancangan tulisan saya, semoga Tuhan selalu bersama semua umatnya yang menebarkan kedamaian dan cinta di muka bumi ini :) . Amiin.

Rabu, 28 Januari 2015

Mungkin Saja Kau

Kau bukan persinggahan. Bukan juga pelampiasan, dari sebuah hampa. 
Kau penyejuk. Kau penawar rindu, dari hati yang hampir mati. 
Kau bukan benalu, kau adalah pelepas dahaga dan pengobat luka. 
Kau juga bukan seorang penggangu. Malah mungkin, hadirmu ialah jawaban atas segala doa :) 


Dan aku, aku adalah seorang pendosa. 
Mungkin kau pernah merasa tersisihkan, disaat duniamu memandang aku sedang bersama dengan selain kamu. 
Kau bukan terduakan. Tempatmu ada, dan tempatmu nyata, sayang. 
Disebuah ruang sendiri yang ku sebut akar pikiran. 
Dan tanpa ada yang bisa mengganti, dimana disana kamu akan selalu hidup.


Maaf, untuk tidak akan pernah bisa menjadikanmu yang pertama dan satu-satunya.
Sosokmu mungkin tepat, tapi kau datang disaat yang tidak tepat untuk lalu menciptakan sebuah kita.


Mungkin kau, jawaban atas segala tanya. Hanya saja waktu tak mau berkompromi, sayang :) . 


Berbahagialah sendiri, jangan hiraukan aku.

You're my sweet disaster

Senin, 19 Januari 2015

True Friend ? I Believe

Ketika beberapa orang bertanya tentang keberadaan sahabat sejati, aku akan dengan lantang menjawab Yes I Believe :) Aku bukan orang yang pandai menggambar, aku juga buka orang yang bersuara merdu untuk menyanyi. Sampai pada saat aku ingat besok adalah tanggal 20 Januari dan tidak ada hal special yang bisa aku berikan dihari ulangtahunmu. Aku hanya bisa menulis, merangkai kata biarpun tak sepuitis atau seindah sastrawan. Dan, tulisan cerita ini yang hanya bisa aku berikan dihari special mu . Aku ingat betul, bagaimana semesta dan Tuhan pertama mempertemukan. Disuatu senja menjelang malam saat aku tengah mampir dirumah salah satu keluarga, dimana kamu baru saja menempati rumah baru mu disatu komplek dengan ku. Saling lirik waktu kamu jalan dengan teman SMP kita sekaligus tetangga mu, saat kamu menyusuri komplek yang mungkin saat itu masih asing bagimu. Semua ku anggap angin lalu, sampai pada akhirnya kamu memperkenalkan diri sebagai murid baru di sekolah kita. Sekelas tanpa sengaja, kelas 3A dan duduk dikursi hampir berdekatan. Saat itu kesan pertama mu adalah tentang aku yang jutek dengan tatapan mata sinis. Dan aku yang mnilaimu songong dan big =))). Singkat waktu, kita jadi satu geng. Ingat ? ketika kita berkelahi bersama dengan kelas lain, berkelahi berdua dengan teman sekelas :) . Nama panggilan kita yang mirip, tanggal lahir kita yang hampir berdekatan, jumlah nama kita yang sama dan jarak rumah ku dan rumahmu yang hanya sejengkal dan beberapa hal tentang kita yang hampir selalu sama dan cocok. Kita les matematika dan kita selalu bolos berdua, buka puasa disiang bolong lalu pura-pura lemas sampai rumah, jalan-jalan keliling kota tanpa helm dan hanya aku yang tau hawa0hawa belum mandimu kesekolah. Singkat cerita, kita masuk di SMA yang sama, beda kelas namun semakin akrab. Kelas 2 berharap diterima di IPA dan ternyata terkabul dan malah sekelas, kelas 2 kita yang nakal sekali, suka bolos dan entah malah cabut kemana disaat jam sekolah, berkelahi dengan satpam sekolah setiap pagi karena hobby terlambat, berdebat dengan guru Agama yang entah kenapa benci sekali sama kita berdua hahahaha. Beberapa hal baik, buruk, sedih, senang kita sudah lewati bersama. Dari kamu, aku belajar banyak hal, tentang persahabatan yang tulus dan apa adanya, tentang arti percaya tanpa takut dikhianati, belajar mengontrol ego dari sikap mu yang jarang sekali marah dan tentang melepaskan disaat kamu pindah dan berjuang untuk cita-citamu. Dan dari kamu, aku percaya bahwa sahabat sejati yang tak akan pupus oleh waktu itu ada dan itu kita.
Kita tau, kita orang-orang yang saling mendukung, dan saling tau kekurangan dan kelebihan masing-masing, kita orang yang tau kemana kita akan "hidup" dan saling merencanakan masa depan masing-masing. Sampai pada saat kamu baca ini, dan sampai nanti aku tidak akan pernah menyesal kenal kamu, dan bersahabat sampai sekarang. Kamu orang terbaik yang pernah aku kenal, biarpun kamu suka bohongin teman-teman kita dan konyolnya mereka selalu percaya =))) . Dulu, sebelum amu pindah apa kamu masih ingat jika kita selalu merayakan bersama ulang tahun kita :). Mungkin, sweeet 17 kita jadi ulang tahun terakhir yang kita rayakan bersama dimasa remaja yang entah mengapa hancur sekali ini :D. Aku masih berharap, suatu saat Tuhan berbaik hati untuk mengizinkan kita merayakan ulang tahun bersama kembali. Terlalu banyak kenangan baik buruk kita yang harus ditulis disini, aku tau kamu pemalas dan gak bakal mau baca kalaupun aku tulis panjang-panjang disini wkwkwk. Pastinya, aku masih menyimpanya erat semua memory kebersamaan kita, tanpa pernah niat untuk sedikitpun melupakan. Selamat datang 20mu, Januari Liliyana. Selamat ulang tahun, walau raga tak bisa bersama tapi semoga kita selalu saling mendekap dalam doa. Tercapai segala tujuan hidupmu, kejar cinta pertamamu. Tuhan bersamamu, Ia bersama orang baik sepertimu. Panjang umur, agar kita bisa bertemu dan mengukir lagi moment manis. Bahagia selalu ^^

Selasa, 13 Januari 2015

Penikmat Senja

Aku adalah penikmat senja. Padanya, ku lepaskan segala penat sisa hari ini, dengan bersahabatkan secangkir kopi.
Namun, aku tak pernah secepat ini ingin senja segera berakhir.
Mungkin karena malam yang akan menjemput terasa berbeda.
Karena, pada malam yang akan menjemput, akan menghantarkan ku padamu.
Pada malam yang akan menjemput, ku lepas rindu, ku lepas sesak pada dada, dan ku rebahkan diri pada dadamu yang laut.
Karena pada malam yang akan menjemput, menghantarkan ku pada sebuah pulang. Kamu :)

Kamis, 01 Januari 2015

First Blank Page Of a 365 page book

Tahun 2014 baru saja beberapa jam berlalu. Tahun dimana penuh kejutan, untuk ku dan untuk beberapa orang lain diluar sana. Dan hari ini, hari pertama kita menginjakan kaki di 2015. Itu kenapa aku kasih judul post pertama ini dengan First Blank Page of a 365 page book. Yes, kita punya lagi 365 halaman kosong untuk kita tulis semau kita, untuk kita ciptakan tulisan baru yang lebih baik dari tulisan yang kita rangkai ditahun sebelumnya. Tahun baru, walau hidup memang tak sepenuhnya baru, tapi setidaknya dalam 364 hari kedepan kita punya kesempatan baru untuk membuat tulisan hidup yang lebih bagus dari sebelumnya. Tahun 2015, semoga lebih baik dari 2014, lebih penuh kejutan, lebih penuh warna. Semoga tahun ini membawa kebahagian, dan kedewasaan lebih. Semoga saya dikasih kesempatan untuk menulis di 365 halaman dengan sempurna, diiringi dengan kejutan yang akan terjadi didalamnya. Dan Blog ini, blog kedua yang saya kelola setalah blog yang terdahulu berisikan catatan masa lalu. Ini tulisan pertama saya, blog ini akan menemani saya menulis 364 page book selanjutnya. Bismillah.. I will write good one. Welcome to my little world, people. Let's sharing with me