Selasa, 23 Juni 2015

Do your PASSION


Coba deh, pikir-pikir lagi. Selama ini, kalian udah tahu apa tentang diri kalian sendiri. Sudah sejauh mana kalian mengenal diri sendiri. Dan yang paling penting, apa yang udah kalian lakukan buat diri sendiri. Dan satu yang pasti, apa kalian sudah merasa memang disitu lah “tempat” kalian berada. 

Banyak orang yang sudah puluhan tahun hidup, mereka masih belum bisa jawab kalau ditanya soal passionnya. Banyak anak-anak seumuran yang bahkan tidak tahu kalau ditanya apa yang mereka mau, bahkan belum tahu dimana minat mereka. 

Gak jarang, beberapa orang “kurang waras” karena mereka belum tahu apa yang mereka mau, mereka gak tau dimana minat mereka. Coba deh, yang belum nemu minat sama passionnya, yuk banyak-banyak nyoba hal baru lagi, banyak-banyak ketemu sama orang baru lagi. Kalau udah nemuin passion itu, bakal ngerasa kaya nemuin diri yang selama ini hilang #tsah. Tapi memang gitu kebanyakannya. Passion itu soal kecintaan, tentang apa yang kamu mau, yang kamu suka, dan kamu melakukannya dengan benar-benar suka. Passion itu gabungan pleasure, meaning dan emosi. Gak semua orang punya passion diakademik, beberapa dari kita bahkan jeblok dinilai-nilai akademik. Yang salah, kadang banyak orang tua yang “memaksa” tentang minat anak-anaknya. Memaksakan bahwa anak harus rangking 5 besar, nilai sempurna diakademik. No no no. Tuhan menciptakan dan melahirkan setiap individu dengan kemampuan dan unik dengan caranya masing-masing. Cemerlang dan unggul memang harapan setiap orang tua, tapi jangan sampai ambisi tentang akademik menghalangi anaknya “menemukan” dirinya sendiri. Percaya saja, bahawa Tuhan tidak semembosankan itu untuk ngasih kemampuan, passion dan keunikan yang sama kesetiap manusia. 

Bagi beberapa orang, banyak yang memilih hidup dengan selalu mengikuti kemana arus akan mengalir. Hidup selalu mengikuti arus mungkin bakal tetap menyenangkan, tapi belum tentu seseru mereka yang berani melawan arus, belum tentu punya pembelajaran dan pengalaman seasik pelawan arus. Maksudku disini, melawan arus bukan dengan melawan apa yang sudah jadi takdirmu, melawan garis yang udah Tuhan tentukan. Bukan. Maksudku disini berani mengambil keputusan, berani “mencari” apa yang sebenernya kita mau, berani berjuang untuk dimana seharusnya kita berada. Berusaha penuh,bukan denfan ikut apa dan kemana waktu bakal membawa kita.

Tuhan maha asik, Dia punya caranya sendiri biar manusia itu belajar. Entah itu dari hal menyenagkan, sampai hal pahit. Gak semua orang yang udah nemuin passionnya bisa hidup dan makan dari passionnya. Tapi bersyukurlah banyak-banyak kalau passion bisa menghidupi dan memberimu makan. Setidaknya ketika kita sekolah dan bekerja  dengan gak sesuai apa yang kita mau, passion bisa bikin kita tetap “waras” ketika sekolah dan kerjaan bukan jadi “tempat” dimana seharusnya kita berada.
Tapi apapun itu, life is what you make of it. Semua keputusan dan bagaimana kamu menjalaninya itu hak. Setiap orang punya alasan disetiap keputusan yang diambil dan orang lain gak berhak ngejudge sama sekali. So, lets do your passion and enjoy your life.