Pertama, kenapa gue kasih judul post ini bercanda tanpa sarkasme adalah karena alasan dan suatu bentuk keprihatinan gue sama tata cara dan etika orang bercanda sekarang. Gue rasa semuanya beda kaya dulu, gue rasa bercanda sebagai apa yang harus lo lakukan dalam hidup biar hidup lo tetap “waras” sekarang sudah banyak menyimpang dan gak seharusnya.
Gue sering liat, orang
jaman sekarang bercanda dengan kata-kata yang memang kurang seharusnya mereka
keluarkan, bercanda dengan memperlakukan lawan bercanda dengan yang tidak
seharusnya dilakukan. Gue prihatin dimana orang jaman sekarang sering memakai
pemilihan kata yang salah dalam ejekannya, semisal kaya kata bipolar, idiot,
autis, saiko. Jujur, kata demikan kurang enak didengar ditelinga gue. Oke,
mungkin bagi beberapa orang kata-kata itu sah aja keluar sebagai bahan bercandaan.
Tapi menurut gue, kata itu bener-bener gak lucu sama sekali untuk dijadikan
bahan bercandaan. Kenapa ? karena mungkin buat orang yang hobby ngomong tanpa
bener-bener memaknai hal itu keliatan biasa, nyatanya kata-kata semacam
bipolar, idiot dan autis itu kata-kata yang menyakitkan untuk orang yang salah
satu orang terdekatnya entah keluarga, sahabat atau kerabat dekat mereka yang
benar-benar mengidap bipolar, autis dan idiot. Gue pernah baca, entah dimana
gue lupa, isinya kurang lebih begini. Ada seorang perempuan yang adeknya
menderita penyakit autis bawaan dari lahir, kemudian datang teman dengan
lantang bercanda “Ah autis lo ah”, si perempuan marah karena adeknya mengidap
autis bawaan dari lahir. Sekarang mikir deh, gimana kalau hal itu terjadi sama
suatu diantara orang terdekat lo. Sungguhlah, hal dengan kata-kata sensitif gue
rasa perlu dihilangkan didalam kata-kata bercandaan people now adays.
Banyak juga gue liat
diacara televisi kita yang bercanda dengan mengejek soal hal personal, dengan
kata kasar, dengan bersikap kasar kaya main dorong, dilempar telur, dipukul ini
itu. Gue paham, walau konteks mereka adalah bercanda, setidaknya kenapa mereka
tidak bercanda pada ala kadarnya. Masih inget warkop ? Om Dono, Om Indro dan Om
Kasino, kenapa mereka meskipun sudah tidak ada kecuali Om Indro tetap menjadi
legenda ? kenapa sampai saat ini film-film mereka masih sering diputar
ditelevisi tanpa menimbulkan rasa bosan. Iya, karena mereka menghibur tanpa
menggunakan urusan personal orang lain sebagai bahan lawakannya, karena mereka
menghibur tanpa ada kata kasar dan kekerasan fisik walau konteksnya hanya
bercanda, dan nyatanya mereka mampu dan survive sampai sekarang. Apa yang telah
gue pelajari selama ini didalam 2tahun terakhir kuliah gue, bahwa televisi dan
media sanggat menggiring opini publik, mereka menciptakan opini-opini dan
kebiasaan baru dimasyarakat kita. Makannya gue sangat berharap kalau acara
televisi di Indonesia tidak hanya acara dengan mengejar rating semata. Mereka harus
berbobot, agar membuat kebiasaan, opini dan sikap baru yang lebih baik untuk
bangsa ini. Dan gue rasa, bercanda dan menbuat lelucon tanpa sarkasme itu lebih
baik dibanding harus bercanda dengan kata-kata yang kurang enak dilihat dan
didengar telinga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar