Kamis, 26 November 2015

Tak ada yang perlu berubah


Beberapa hari yang lalu, satu pertanyaan masuk diask fm gue. Isi pertanyaan yang simple, tapi mampu membuat diam dan kemudian berpikir. Isi pertanyaannya “Jika kamu mampu mengubah sesuatu dihidupmu, apa yang bakal kamu ubah?”. 
 
Dari hampir 21tahum hidup, banyak hal yang sama sekali tidak menyenangkan terjadi didalam hidup gue, tapi yang jelas masih banyak lagi yang sangat butuh disyukuri. Disitu gue diem dan mikir, sampai akhirnya gue milih untuk menuangkan kegelisahan itu ditulisan kali ini. Kalau kesempatan buat mengubah bagian dalam hidup itu beneran ada, hal apa yang bakal gue ubah ? Saat itu sempat terlintas, mungkin salah satu kisah percintaan gue yang paling syahdu dan harus diperbaiki, tapi hati kecil gue yang paling dalem bilang itu bukan yang bikin gue bahagia. Terus disitu tiba-tiba pasar malam dalam kepala gue menjadi semakin rame, flashback apa yang pernah terjadi. Hujan dalam kepala, sekelebat bayangan yang tidak enak soal masa lalu bersautan ingin keluar. Sampai pada tahap pikiran mengarah ke nyokab. Dimana yang gue butuhkan adalah nyokab. Nyokab yang udah hampir 13tahun duluan dipanggil Tuhan. Banyak hal yang gue laluin sendiri tanpa nyokab, banyak hal sedih dimana harusnya gue ditemenin dan didampingi mama selayaknya anak-anak lain dan nyatanya gue malah harus hadepin sendirian. Lagi-lagi gue flashback lebih dalam lagi, mengingat-ingat masa kecil gue yang sahih, bandel dan menyebalkan. Cukup membuat sedih, sampai pada akhirnya pikiran gue melayang kedepan, sampai pada gue inget kenapa gue ada disini, dan sampai pada kenapa gue bisa nulis soal tulisan ini. Mungkin kalau mama gue enggak pergi duluan sama Tuhan, gue enggak akan jadi semandiri ini, mungkin gue enggak jadi perempuan yang strong dan enggak hobby galau menye-menye karena bagi gue, semua hal yang lebih berat udah pernah gue jalanin, walau bukan berarti gue bersyukur nyokab udah enggak ada. Akhirnya gue sadar, dan mencoba mengerti bahwa memang tidak ada yang berubah walau 0,0001% dari hidup gue. Baik itu senangnya, apalagi sedihnya. Tidak ada yang gue perlu ubah dari hidup gue, tak ada yang perlu berubah karena apapun itu, semua yang bawa gue sampai pada tahap ini. Tahap dimana semuanya tidak akan pernah tercapai, tidak akan pernah terjadi tanpa ada campur tangan dari masa lalu gue. Toh, semuanya bawa ceritanya dan pembelajaran sendiri buat gue.

Banyak hal yang gue sendiri baru realize, tanpa hal gelap yang pernah terjadi, hidup gue enggak akan seterang sekarang. Bukannya sedih dan senang akan selalu terus berjalan berdampingan tanpa berpisah ? J. Mungkin kalau masa lalu gue diubah walau sedikit gue enggak akan ketemu sahabat-sahabat gue sekarang, enggak akan punya kehidupan seperti sekarang, enggak akan ada kenal namanya dia, enggak akan ada dia didalam hidup gue. Jika masa lalu bisa berubah atau diubah aku bakal tetap milih dimasa sekarang, karena bagi gue sekarang apapun yang terjadi bikin diri gue jadi gue yang sekarang, semua masalalu gue buat cerita sendiri dihidup gue. Sesuatu yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan sekebun lipstik sekalipun.


And, in the end.. thanks for the past. Tanpa itu, gue tidak akan pernah jadi manusia yang lebih baik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar