Rabu, 13 April 2016

Perkara Hati Yang Patah

Entah kenapa, setiap hari hampir selalu ada saja mereka yang japri saya hanya untuk sekedar curhat. Curhat masalah hidup dari yang serius sampe yang baper-baper gitu doang lah. Gak sedikit dari mereka yang curhat masalah kehidupan cinta. gak tau pada demen beud dah curhat sama sini. Lama-lama buka kelas konsultasi juga neh :p 

Simplenya begini, patah hati itu reaksi. Reaksi yang menunjukan kalau hati kita belum mati. Banyak-banyak bersykur kalau masih bisa ngerasain patah hati ? kenapa ? karena diluar sana banyak yang hatinya udah mati rasa. Aku selalu bilang sama mereka yang patah hati, bahwa ya nikmatin aja apa yang ada sekarang, rasain aja mumpung masih bisa tahu gimana rasanya. 

Gak ada yang salah dari orang yang jatuh cinta kemudian patah hati. Yang salah adalah kalau waktu yang ada digunakan untuk patah hati seumur hidup tanpa mau memaafkan diri sendiri dan gak mau berdamai dengan masa lalu. Patah hati itu reaksi. reaksi bahwa kamu masih manusia. 

Nikmatin aja, selagi masih bisa patah hati. Untuk mereka yang merasa patah hati adalah akhir dari segala. Percayalah, dimasa yang akan datang, seiring dengan hidup yang semakin berjalan, pilihan hidup yang mengharusnya untuk dewasa, dan seiring berjalanannya waktu, galau karena cinta gak bakal ada apa-apanya dibanding pilihan yang lebih berat lagi kedepannya. Satu yang pasti you deserve to be HAPPY.

Patah hati itu kedewasaan. Belajar ikhlas kemudian menerima. Legowo terhadap hal-hal yang telah terjad dimasa lalu. Dari patah hati kemudian manusia akan belajar. Belajar menghargai apa yang masih menjadi hak milik agar ketika kehilangan dan terpatahkan lagi, kita sudah sempat melakukan hal-hal baik untuknya. Belajar menjadi lebih baik dari yang lalu untuk orang yang dirasa pantas untuk dibahagian kedepannya. belajar soal ikhlas dan menikmati pedih yang kemudian untuk ditertawakan dimasa depan.

Tak perlu buru-buru untuk (terlihat) bahagia. Rasakan dengan baik-baik. Karena pada akhirnya yang kita butuhkan bukan hanya TERLIHAT bahagia. Tapi untuk MERASA bahagia. Bukannya begitu esensi hidup ? Soal bagaimana kita yang merasakan dan bukan bagimana kita untuk HANYA terlihat.

Nikmatin aja soal hati yang patah serta temannya yang bernama tangis. Sebelum akhirnya lo mati rasa. Karena ketika mati rasa lo akan lebih bingung ketimbang patah hati. Bingung kenapa waktu disakitin siapa aja lo bukannya sedih tapi malah ketawa.

So, well :) Selamat menikmati patah hati dan prosesnya. Bukannya itu gunanya punya sahabat ? Mengobati hati yang sedang patah-patahnya

Minggu, 10 April 2016

Things that will kill your relationship


Cinta kadang mematikan logika, mencacatkan indra, menolak hal rasional demi melakukan hal-hal irasional. Banyak pasangan diluar sana yang dengan berakhirnya hubungan kemudian menyalahkan orang lain. Padahal tanpa sadar, beberapa hubungan berakhir karena pasangan itu sendiri yang membunuh perlahan hubungan mereka. Cinta memang membuat segala sesuatunya menjadi tidak irasional, sulit diterka oleh logika, mungkin itu alasan kenapa  banyak yang kemudian melakukan hal konyol diluar nalar hanya demi mengikat pasangan, padahal beberapa yang dilakukan bukan menyelamatkan hubungan itu sendiri, seperti pasir yang digenggam erat, mereka akan melepas dirinya perlahan. Ditulisan kali ini, berhubung lama banget gak update blog aku pengen nulisin hal-hal yang bisa membunuh hubungan sendiri, dengan teramat maaf kalau bahasanya jadi sedikit agak resmi, soalnya lama gak update dan keseringanh nulis berita dan artikel resmi ouuhh L
Thats yeah, hal yang bisa membunuh hubungan sendiri diantaranya adalah

1.     -  Posesif & Over Protectif
Diantara kalian disini mungkin banyak yang posesif sama pasangannya, merasa memiliki dan gak mau kehilangan membuat manusia spesies ini bersikap seenaknya terhadap pasangannya. Menjaga berlebih, perasaan ingin mengikat membuat manusia seperti ini punya sikap otoriter terhadap pasangannya, mengatur dan membatasi hal-hal yang tidak seharusnya dibatasi. Melarang berteman, melarang bersosialisasi. Tahu gak kenapa walau punya pacar sekalipun manusia harus tetap berteman dan bersosialisai ? Biar kalau putus dari manusia model begini, galau dan sakit hatinya gak sendirian. Percayalah, setiap yang berlebihan gak bakal baik pada akhirnya, walau tujuan dari mereka yang posesif dan over protectif sebenarnya baik. Posesif dan Over protectif akan melahirkan kebohongan-kebohongan baru, hubungan yang berlandaskan kebohongan akan selalu menjadi cambuk untuk diri sendiri. Posesif dan Over Protectif hanya akan melukai diri sendiri dan pasangan. Melukai diri sendiri karena biasanya mereka yang posesif dan protectif akan insecure berlebih terhadap pasangan, cemburu tidak pada batasnya, harus siap jika tahu sudah dibohongi. Melukai pasangan karena posesif akan melahirkan hal-hal bersikap abuse, mengambil hak-haknya untuk berteman dan berbagi sama dunianya yang tak hanya kamu.  Percayalah, bahwa “melepaskan” pasangan bukan berati itu bukan tanda cinta, tapi itu bukti yang kuat bahwa kamu memberikan kepercayaan yang tinggi terhadapnya, bukannya hubungan memang harus berlandaskan kepercayaan yang tinggi ?

2.     -  Ego Talk
Kali ini ada ego yang brbicara. Selalu mengikuti kemanapun egomu berada akan menjadikanmu manusia yang egois. Manusia tanpa empati menempatkan diri mereka lebih tinggi dari pada manusia lain. Kenapa ini jadi hal kedua yang bisa membunuh hubungan mu sendiri ? YAK, karena selalu ngasih makan ego gak bakal bikin hubunganmu tambah awet apalagi harmonis. Mereka yang selalu ngasih makan ego sendiri dalam hubungan biasanya dikit-dikit hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa bekaca terhadap dirinya sendiri, tidak bisa mengalah apalagi minta maaf. Ego talk perkara nafsu, melampiaskan demi memuaskan hati. Sisanya ? Hell, yuk ah lihat sudah berapa banyak manusia yang “gagal” hanya karena selalu ngasih makan egonya sendiri.

3.     -  Abuse
Ini yang paling gak enak, dan paling menyedihkan. Banyak korban diluar sana yang gak sadar bahwa mereka sedang ada dihubungan yang abuse. Abuse tidak hanya perkara kekerasanm fisik, tapi juga psikis. Hal kecil yang tanpa disadari ternyata masuk kedalam abuse, seperti pelecehan, marah yang berlebih sampai memaki-maki dan keluar kata kasar. Perlu digaris bawahi bahwa pelecehan tak hanya bersifat seksualitas, tapi mengarah ke harga diri. Banyak dari mereka yang merasa dicintai oleh pasangannya kemudian bersikap seenaknya sendiri, bilang bahwa yang bisa menerima baik buruknya hanya sipasangan, bilang bahwa gak bakal ada yang mau sama pasangan selain dirinya. Well, biasanya korban dari hubungan abuse ini lama-lama bakal sadar walaupun mereka sangat butuh sekali untuk didampingi secara support agar bisa keluar dari hubungan abuse.

4.   -    Si tukang ngatur
Hellooowwwww.. situ pacarnya apa tukang parkir ? Hobbynya kok ngarahin dan ngatur-ngatur mulu ? Biasanya ini banyak dilakukan kaum perempuan, walau banyak juga dilakukan oleh laki-laki. Mereka yang suka ngatur biasanya akan ngelarang buat bergaul dengan ini itu, melarang kesini kesitu, melarang mengambil keputusan ini itu. Mereka lupa, bahwa pasangannya juga punya hidup sendiri dan gak numpang nyawa sama pasangannya. Adalah hal berbeda dengan mereka yang memberikan pilihan tanpa mengatur bagaimana pasangannya harus bersikap.

Apapun itu, kita jelas tahu bahwa hubungan adalah perkara kesepakatan. Bukan hanya terjalin secara sepihak. Jangan pernah lupa bahwa esensi dari pacaran salah satunya adalah bahagia dan merasa nyaman. Jangan menyalahkan orang lain ketika hubunganmu rusak, but ask your self first, bisa jadi diri sendiri yang membunuh hubungan itu secara perlahan J