Setiap orang pasti punya permasalah, entah itu permasalahan ringan sampai berat, entah itu permasalahan cinta, kerjaan, hidup, sekolah atau kuliah dan permasalahan lainnya. Beberapa orang yang punya masalah diluar sana memilih memendam, dan tidak mau terbuka terhadap orang lain dengan masalah yang mereka alami. Sebenarnya bagiku, itu masalah kepercayan.Banyak orang yang memilih tidak percaya terhadap orang-orang sekitarnya. Alasan yang klise simple tapi ini yang terjadi, mereka tidak percaya karena tidak ada yang mengerti. Iya, manusia butuh dimengerti. Setidaknya dengan apa yang dialaminya, beberapa orang diluar sana hanya menjadi komentator terhadap hidup dan pilihan orang lain, beberapa orang diluar sana memilih menghakimi sedari mengejek, menghina dari pada mendengarkan, memahami kemudian mengerti.
Ya, memang tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik dan memberi masukan yang baik ke orang terdekatnya. Namun, susahkah untuk membungkam mulut-mulut jahil terhadap orang lain. Susahkan untuk tidak selalu mencela, menahan mulut terhadap perkataan yang bisa saja kau anggap BERCANDA tapi sanggup membuat orang lain terluka itu ? Mungkin, beberapa kata hinaan dapat menyadarkan orang lain yang dihinanya. Entah itu sadar dalam arti baik atau buruk. Banyak orang tidak mau menahan kata hanya demi memuaskan egonya sendiri bukan ? Padaha, apa untungnya untuk selalu mencela milik orang lain ? saya yakin, orang-orang yang suka mencela mereka berbicara tanpa pernah merasakan sebelumnya.
"kalian yang terlalau omeh, hanya tidak tahu bagaimana mereka bertahan, berjuang mati-matian untuk masalahnya. setidaknya kalian yang omeh bisa sedikit bersikap baik, setidaknya mengerti, dan bukan malah menaburkan garam pada luka-lukanya"
Karena tidak semua orang punya rasa empati, jadi kalimat celaan kaya "ih, pacar lo gitu ya, pacar lo gini ya" "ih, lo kok gak hamil-hamil sih kan udah setahun nikah" "ih, kok lo mau sih pacaran sama orang yang hidupnya gagal dan berantakan" "ih, lo kok gak kawin-kawin sih." "ih, lo kok gendutan sih" atau "lo kok gak kerja-kerja?" akan selalu ada. Mungkin terlalu susah untuk tidak ikut campur terlalu dalam urusan orang lain, mungkin terlampau sulit untuk tidak mengerti apa alasan orang lain memilih apa yang mereka pilih. Mungkin juga terlampau jahil untuk membuat orang lain meresa depresi, setres, tersinggung, sakit hati, dan tidak percaya diri terhadap apa yang sudah kaian katakan.
Lantas, untuk orang-orang omeh diluar sana, apa kepuasan kalian adalah melihat orang lain "menderita" terhadap apa yang sudah kalian katakan padanya ?, apa kepuasaan kalian adalah ketika kalian banyak komentar terhadap hidup orang lain. ?
Belajarlah mengerti, bahwa hal baik yang bercanda bukan harus mengejek, menghina, mengomentari apa yang milik orang lain tanpa tahu betul apa alasan mereka memilih demikian.Yang susah itu "mengerti"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar