Hallo, para lelaki yang masih
hobby bersenang-senang, sedang serius pada pendidikannya, yang sedang meniti
karier dan yang sudah mapan sekalipun, semoga Tuhan bersama dalam setiap
langkah kalian.
Bacalah, ini ada sebuah surat
tentang perempuan, untuk laki-laki.
Hai para calon imam masa depan.
Semoga ketika kalian membaca ini, kalian dengan keadaan baik-baik selalu. Kami
para perempuan, selalu mendoakan agar laki-lakinya selalu dalam lindungan
Tuhan. Berdoa agar setiap langkah yang kalian ambil tidak salah dan membawa
keberkahan dalam hidup.
Kami perempuan bukan manusia
sempurna. Kami diciptakan dari tulang rusuk kalian. Maka itu adalah kami dan
kami adalah pelengkap dan penyempurna hidup kalian.
Jika ada orang yang mengatakan
kami adalah manusia matrealistis, itu salah. Kami bukanlah barang, yang bisa
dibeli apalagi diperjual belikan. Kami perempuan tidak matrealistis, kami
realistis. Kami tidak selalu memandang segala dengan harga, karena hati jauh
lebih penting dan harga bukanlah sebuah sumber bahagia.
Di umuran yang sudah
menjadi perempuan dan bukanlah gadis remaja menye-menye lagi, kami tak lagi
mencari mereka yang dengan bangganya pamer harta kekayaan orangtua.
Para lelaki, kami realistis,
bukan matrealistis. Oleh dari kami mau para laki-laki pekerja keras. Bukan untuk
hidup hedonisme kami, tapi sadar bahwa cinta saja tidak akan pernah cukup.
Kami realistis, bukan
matrialistis. Karena itu kami rela bersekolah tinggi dan membangun karier agar
kebutuhan kami terpenuhi.
Kami realistis, bukan
matrelialistis. Kami rela banting tulang agar kami tidak hidup susah. Kami tahu
berjuang bersama itu nikmat, tapi kami tidak mau hidup susah selamanya. Apa kalian
tidak malu laki-laki yang masih hobby bersenang-senang ? Bahwa perempuan saja
sekolah dengan benar dan bekerja keras demi mandiri dan terpenuhi kebutuhannya.
Sementara kalian masih sibuk pergi ke coffee shop, mall, game centre dan
hiburan malam setiap harinya ?
Sekali lagi, para lelaki. Kami realistis,
bukan matrealistis. Kami realistis bahwa uang sekolah, susu, vaksin anak,
listrik air, rumah bahan makanan, skin care, juga krim siang-malam kami
tidak cukup dengan kata “Saya Cinta Kamu”. Para lelaki, kami realistis, bukan
matrealistis. Bahwa kami ingin hidup dengan lelaki yang mau bertanggung jawab
atas kami.
Karena kita, hidup dizaman uang
1juta cuman cukup untuk beli lipstik 4biji.
www.indoseven.my.id
BalasHapusSITUS POPULER DI INDONESIA !!!