Entah malam ini apa yang membuat aku berpikir tentang “bagaimana menikmati hidup” . Dari dulu bagiku untuk bahagia atau tidak itu adalah pilihan. Pilihan yang mungkin sederhana tapi tak sesederhana seperti pengucapannya. Toh, dari awal kita masih jadi cabang bayi dan kita tumbuh kita selalu menjadi pilihan dan mempunya pilihan.
Mungkin, diluar sana banyak yang
mengangap hidup saya berlebihan, boros dan suka foya-foya. Padahal, uang jajan
saya sebagai mahasiswa sangatlah pas-pasan. Lalu, kenapa saya bisa terlihat
boros didepan mata orang lain ? Kenapa saya bisa terlihat hampir setiap hari
makan enak dan nongkrong dikafe manapun yang saya mau. Jawabannya adalah
sederhana, karena mereka hanya melihat dan tau saya dari sisi terluar. Bukannya
setiap manusia selalu saling memandang sisi terluar lebih dulu. Ketika orang
melihat saya hidup sesuka dan semau saya, ketika orang melihat saya boros
sebenarnya tidak. Semua adalah karena saya tahu bagaimana menikmati hidup.
Lupakan tentang saya, mari kita
berbicara kita.
Teman, apapun yang kamu mau, kamu
suka, kamu ingin dan kamu pilih itu
adalah dirimu dan itu adalah sebuah pilihan. Termasuk bagaimana kita memilih
cara hidup yang kita mau. Dan bahagia itu termasuk pilihan teman. Pilih apa
yang membuat kamu senang, bahagia dan apa yang kamu mau sebagai pilihan
hidupmu. Selagi itu tidak merugikan orang lain, lakukanlah. Orang lain ? Oh, ayolah.. Apa
yang membuatmu selalu mau mendengarkan apa yang orang lain katakan terhadap
pilihanmu ? Kapan kamu berhenti untuk mendengarkan komentar orang lain ?
Manusia mungkin butuh masukan dan agar untuk tidak selalu menutup telinga
terhadap apa yang orang lain katakan. Tapi manusia tak butuh komentar dari
orang yang akan menghalangimu mencapai bahagiamu. Mereka bisa saja hanya sirik,
karena didunia ini akan selalu ada manusia yang tidak akan bahagia, senang dan
tidak akan mau melihat kamu bahagia
. Namun, kadang kali disaat kamu sedang dijalan menuju bahagiamu jangan lupa
untuk menengok kebelakang. Agar kau tau sudah sejauh mana kau berjalan. Kadang
kali, komentar bisa saja membangun, namun tak sedikit yang akan membuatmu “drop
zhaayyy” kalau kata anak gawlz zaman sekarang. Tak usah pusingkan, karena
kadang tidak peduli terhadap orang yang akan selalu mencelamu itu lebih baik.
Ketika mungkin beberapa orang
terdekat tidak setuju dengan pilihanmu, jelaskan dengan baik pada mereka. Apa
alasan kamu untuk memilih hal yang kamu pilih. Karena, sedekat apapun kamu,
hidupmu akan selalu jadi milikmu. Jangan pernah takut berteriak bila suaramu
dibungkam. Jangan pernah takut menyuarakan apa yang jadi pilihanmu selama kamu
tahu itu baik bagimu dan tidak merugikan orang lain. Kadang, orang lain hanya
bisa judge mental tanpa mau tahu alasan apa yang menjadi pilihanmu. Tak apa,
kadang untuk mencapai bahagia, batu-batu terjalan kecil memamg perlu. Sebagai pengingat jika kau
sudah menemukan bahagiamu untuk tidak pernah berhenti bersyukur karena kamu
mencapainya dengan sangat tidak mudah.
Untuk para anak muda yang
hidupnya terasa membosankan, coba mari keluar dari “kandang”. Bergaul dengan
orang lain, bertemu dengan manusia yang lebih beragam lagi. Agar kau tahu, betap
serunya hidup ini. Membaurlah dengan orang yang berbeda denganmu, agar kau
tahu, betapa indahnya berbagi pengalaman.
Hidup tak selalu harus begini begini
saja. Kadang, manusia perlu sisi “nakal” agar tidak selalu terpaku dengan satu
hal. Bukankah Tuhan memberikan rezeki datangnya banyak melalui orang lain.
Untuk anak muda yang hidupnya terasa “menyakitkan” coba kau berjalan keluar,
bisa saja itu lebih menyehatkan dari pada harus bertahan didalam zonamu sendiri.
Tapi semuanya kembali, bahwa jika bahagiamu adalah berada pada zonamu,
lakukanlah. Karena tidak ada yang bisa melarang manusia untuk menikmati
hidupnya, lalu menemukan bahagia
Selamat menemukan bahagia mu, sobat ^^ Sesungguhnya menikmati hidup lebih menyenangkan dibanding hanya berkeluh kesah dan tak bersyukur terhadap apa yang kamu punya :).
setuju nih sama Tia.. keluar dari zona nyaman membuat seseorang menjadi lebih kreatif :)
BalasHapushttp://powpis.blogspot.com
terimakasih :)
BalasHapus